Kenalan Pria di WA, Gadis Sukabumi Nyaris Diperkosa

by -

METROPOLITAN – Wanita asal Sukabumi berinisial K nyaris saja diperkosa kenalan­nya via WhatsApp (WA). Tak hanya itu, motor miliknya pun digondol pelaku. Gadis beru­sia 17 tahun ini sempat telan­tar di Bekasi, setelah dibawa pergi pria yang baru dikenal­nya via aplikasi WA.

K sempat telantar di Bekasi dan akhirnya bisa sampai di Polsek Kedungwaringin, Pol­res Metro Bekasi. Gadis itu kini telah kembali ke rumah­nya di Sukabumi setelah di­jemput kedua orang tua dan perwakilan sekolahnya Sabtu (24/10) malam.

“Saya tahu pria itu setelah membuat status di aplikasi WhatsApp. Sudah lama ber­teman di WhatsApp, tapi ng­gak pernah sengaja berkomu­nikasi karena nggak kenal,” katanya. “Dia dapat nomor saya karena saya menyebar pesan berantai memberita­hukan nomor baru ke kontak WhatsApp, mungkin pesan itu sampai ke dia lalu nomor saya dia simpan,” jelasnya, kemarin.

Saat itu K membuat status di WA soal mencari ponsel dengan kapasitas ram yang besar. Tak lama pria mengaku berinisial R itu mengomen­tari status K. Saat itu R menga­ku tinggal di wilayah Bogor. Singkat cerita, keduanya lalu janjian di Palabuhanratu, Su­kabumi. Saat bertemu itu, R bilangnya ponsel yang kapa­sitas besar ada di ibunya.

Pria R ini menunjukkan kon­tak dengan ibunya. Setelah itu, R menepuk pundak K dan K mengaku nggak ingat apa-apa lagi. “Saya dengar dia ngomong dengan nada ting­gi. Ayo ikut!” ungkap K.

K mengaku tersadar ketika berada di wilayah Cariu, Ka­bupaten Bogor. Saat itu ia diajak berkeliling oleh pria yang baru dikenalnya itu. Namun beberapa kali tangan pria itu menepuk pundak K hingga kemudian ia tersadar berada di wilayah Kabupaten Karawang. “Saya sadar dip­injam KTP, katanya untuk menginap. Ketika di kamar dia mengajak hubungan badan saya tolak. Bahkan dia juga ancam akan memperkosa saya. Saya tendang dia. Malam itu tidak tidur, karena takut,” be­bernya. “Saya tahu malam itu di wilayah Karawang karena sempat pegang ponsel dia dan ngecek di aplikasi peta,” kata K.

Malam itu K lolos dari upaya pemerkosaan pria tersebut. Sampai keesokan harinya ia kembali dibonceng pelaku menggunakan motor mi­liknya. Hingga ke daerah Bekasi, ia yang diduga masih dipengaruhi hipnotis, lalu diturunkan pelaku di Ke­dungwaringin. Motor ber­sama tas berisi ponsel di­bawa pelaku. Singkat cerita, informasi soal K disebar melalui media sosial oleh anggota kepolisian. Hingga kemudian sampai ke telinga kedua orang tuanya. K pun dijemput orang tuanya.

“Dia menangis saat dijem­put. Yang penting saat ini anak saya selamat. Kalau soal motor biarlah, saat ini lebih kepada memulihkan kondisi anak saya dulu,” singkat E, ayah K. (ps/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *