KNPI Kabupaten Bogor Gencarkan Sosialisasi di Era New Normal

by -

METROPOLITAN – Pan­demi Covid-19 yang hampir satu tahun melanda negeri ini telah mengubah perilaku sebagian besar masyarakat. Tak hanya itu, sejak virus asal Wuhan, Republik Rakyat Tiongkok, itu masuk Indone­sia pada 28 Februari 2020, masyarakat pun langsung dihantui ketakutan jika terpapar virus yang hingga kini belum ada obatnya tersebut.

Masifnya pemberitaan di media mainstream hingga sosial menjadikan virus ini momok yang menakutkan hingga membuat masyarakat di negeri ini begitu panik. Pelbagai usaha pun dilakukan pemerintah beserta elemen masyarakat untuk memerangi musuh yang tak kasat mata itu. Tak kecuali para pemuda yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bogor.

Sejak awal pandemi, di bawah komando Fikri Ikhsani, para pemuda yang berasal dari organisasi kemasyarakatan, pemuda hingga mahasiswa, bahu-membahu bersama unsur Muspida Kabupa­ten Bogor untuk menyosialisasikan program 3M, yakni Menjaga jarak, Mencuci tangan dan Mengenakan masker.

Melalui Gugus Tugas Pemuda (GTP), para relawan ini membagikan masker hingga handsani­tizer kepada masyarakat di 40 kecamatan. ”Kebe­radaan GTP ini merupakan bentuk nyata dari pemuda dalam membantu pemerintah dalam memerangi wabah Covid-19,” kata Fikri saat ditemui wartawan koran ini di ruang kerjanya, (21/10).

Apalagi penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor sudah sangat maksimal dengan melibatkan semua elemen masyarakat. Sebagian besar masyarakat pun begitu menyambut baik GTP yang bergerak di 40 kecamatan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompin­cam). ”Para pengurus PK KNPI pun ikut bersinergi di dalamnya, karena virus ini tidak bisa dilawan sendiri. Semua unsur harus bekerja sama untuk melawannya,” ungkap pria berambut klimis yang merupakan camat Tajurhalang itu.

Dan yang terpenting, sambungnya, jika ada pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumahnya agar tidak dikucilkan. ”Ingat du­kungan moril dari orang-orang terdekat sangat membantu meningkatkan imunitas seseorang. Jadi kita semua harus memberi dan membantu para pasien Covid, bukan malah menjauhinya dan tetap melaksanakan protokol kesehatan,” tegas Fikri. (yok/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *