KPU Bogor Ngobrol Santai Bareng Sekda soal Pilkada 2023

by -

METROPOLITAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ka­bupaten Bogor terus mela­kukan persiapan untuk pelaks­anaan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2023 men­datang. Terbaru, mereka melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pem­kab) Bogor.

Pertemuan berlangsung santai di ruang utama KPU Kabupaten Bogor, Kamis (1/10). Lima komisioner len­gkap hadir. Sementara Se­kretaris Daerah (Sekda) Bur­hanudin mewakili Pemkab Bogor.

Mereka duduk melingkar bertukar pikiran ditemani kopi hangat. Meski memba­has agenda lima tahunan yang cukup berat, obrolan cen­derung cair namun penuh isi.

Ketua KPU Kabupaten Bo­gor Ummi Wahyuni menga­takan, sambil menunggu ketetapan regulasi, KPU Ka­bupaten Bogor terus mela­kukan persiapan pelaksana­an pilkada 2023.

Banyak alasan yang men­gharuskan KPU Kabupaten Bogor melakukan persiapan sejak jauh hari. Bumi Tegar Beriman memiliki tantangan tersendiri. Jumlah pemilihnya paling besar untuk tingkat kota/kabupaten se-Indone­sia. Belum lagi, wilayah yang sangat luas mengharuskan KPU Kabupaten Bogor ber­keringat lebih. Untuk itu, butuh persiapan dan du­kungan dari semua elemen, termasuk Pemkab Bogor.

Baca Juga  Pilkada Depok, Habib Riza Dianggap Cocok Berpasangan dengan Idris

”KPU Kabupaten Bogor te­rus melakukan koordinasi dengan semua stakeholder, mulai dari pemerintah dae­rah maupun legislatif. Pelaks­anaan pilkada Kabupaten Bogor besar kemungkinan akan dilakukan di 2023, ka­rena masa akhir jabatan (AMJ) Bupati Bogor berakhir di Desember 2023. Sehingga 12 bulan sebelum pelaksanaan tahapan sudah harus dimu­lai persiapannya,” terang Ummi.

Pelaksanaan pilkada ini akan dilakukan serentak berba­rengan dengan pemilhan gubernur Jawa Barat.

Di hadapan sekda, KPU gamblang menjelaskan pe­rencanaan pelaksanaan pil­kada 2023. KPU Kabupaten Bogor telah merencanakan 10.000 TPS dengan perkiraan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 3,6 juta pe­milih.

Estimasinya, setiap TPS ti­dak lebih dari 500 pemilih dengan enam pasangan calon yang terdiri dari tiga calon dari partai politik dan tiga lainnya dari jalur perseo­rangan.

Baca Juga  Ratusan Warga Pasirlaja Arak Bendera Raksasa

”Perencaanan ini membu­tuhkan anggaran sekitar Rp200 miliar. Ini belum termasuk perencanaan APD dalam pelaksanaan pilkada ketika misalnya masih dalam msa pandemi Covid-19,” ungkap­nya.

Ada beberapa poin penting lainnya yang dihasipkan da­lam pertemuan tersebut. Di antaranya persiapan pilkada 2023 harus dilakukan optimal, perencanaan anggaran dimu­lai 2021 dan perencanaan manajemen logistik dilakukan dengan optimalisasi peren­canaan gudang dan kebutuhan manajemen logistik lainnya.

Penghapusan logistik juga terus dilakukan sebagai op­timalisasi manajemen logis­tik. Terakhir, KPU terus mela­kukan optimalisasi pendidi­kan pemilih bekerja sama dengan semua stakeholder yang ada di Kabupaten Bogor maupun di luar Kabupaten Bogor.

”Pelaksanaan pilkada di Kabupaten Bogor tidaklah lepas dari dukungan semua pihak ketika ingin berjalan dengan lancar dan sukses. Ini menjadi pesta demokra­si sekaligus sebagai edukasi pelaksanaan demokrasi di Kabupaten Bogor. Sehingga sangat membutuhkan support semua stakeholder,” pungkas Ummi. (fin/run)

Baca Juga  POW Beri Hadiah kepada 40 Perempuan Penyapu Jalan

Leave a Reply

Your email address will not be published.