Menerapkan Protokol Kesehatan di Hari Pernikahan

by -

METROPOLITAN.ID –  Selama masa pandemi Covid-19, ancaman berbagai sektor bisnis masyarakat tidak terelakkan. Sektor bisnis penyediaan pernikahan atau vendor pernikahan salah satu yang paling terpukul. Dikarenakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di setiap wilayah. Kegiatan pesta pernikahan diminimalisir bahkan dilarang.

 

Bukan berarti pasif dan menyerah, para pelaku bisnis penyelenggara pernikahan pun kini telah memutar otak dan menggodok sejumlah usulan untuk menciptakan mekanisme menyelenggarakan pernikahan yang aman dan sesuai protokol pemerintah. Optimisme pun kian muncul semenjak pemerintah menggaungkan status new normal dalam beberapa bulan kedepan. Tidak hanya meremajakan sektor bisnis, usulan ini pun dapat menjadi solusi untuk masyarakat yang terkendala dalam rencana pernikahan mereka di tahun ini.

 

Dilansir dari sejumlah sumber, ada sejumlah mekanisme penyelenggaraan pernikahan terbaru yang diusulkan para pelaku dalam sektor penyediaan pernikahan di era new normal. Beberapa poin yang sedang diusulkan semisal menerapkan protokol kesehatan.

 

Seperti mengurangi tamu undangan sebanyak 50 persen dari kapasitas ruangan, penghilangan skema pesta pernikahan standing party, skema resepsi round table & long table, pembatasan jarak antrian salam-salaman, dan penggantian kotak amplop uang dengan scan barcode non-tunai.  Meskipun belum baku dan dibuat kebijakannya, setidaknya usulan ini menjadi solusi temporer yang terbaik.

 

Sentimen Positif Pelibatan Penyedia Jasa Pernikahan

 

Melihat sejumlah usulan tersebut, bisa dibilang penyelenggaraan pernikahan akan menjadi sangat sederhana dan minim prosesi tradisi. Contohnya saja munculnya tren menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) untuk mereka calon pengantin (catin). Meskipun sederhana, beberapa pasangan menikah diketahui masih mengandalkan sejumlah vendor pernikahan, mulai dari katering, vendor dekorasi pernikahan, wardrobe, dan sebagainya.

 

Ekonom dan Pemerhati Bisnis Sektor Pernikahan Cokorda Gde Bayu Putra menyambut baik aktivitas para pasangan yang masih mempercayai sejumlah vendor pernikahan untuk terlibat dalam penyelenggaraan pernikahan mereka. Dia turut mengapresiasi para pasangan yang melibatkan para penyedia jasa pernikahan spesifik yang bergerak dalam sektor ‘prosesi adat’. Sekalipun prosesi tersebut minim diterapkan di tempat-tempat penyelenggaraan pernikahan.

 

“Sekecil apapun pelibatan para vendor pernikahan dari para pasangan yang menyelenggarakan pernikahan, hal itu akan sangat berarti bagi kelangsungan bisnis mereka” pungkas Bayu. (suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *