Pemkab Bogor Diguyur Hibah Rp25 Miliar dari BNPB

by -

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dipastikan bakal menerima hibah sebesar Rp25 miliar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di penghujung tahun 2020 hingga awal 2021 mendatang.

Bantuan tersebut diperuntukkan untuk membantu Pemkab Bogor dalam membangun hunian tetap (huntap) di wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di Bogor Barat awal 2020 lalu.

Beberapa wilayah yang sempat dihantam bencana yakni Kecamatan Sukajaya, Cigudeg dan Kecamatan Nanggung.

Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Irma Lestiana mengatakan, anggaran hibah itu diperkirakan bisa membangun sekitar 500 unit huntap di tiga kecamatan terdampak bencana.

“Kalau kita hitung dan prediksi, kemungkinan anggaran itu hanya cukup membangun 500 unit huntap dengan tipe 36. Semoga saja pada 2021 nanti sudah bisa mulai kita kerjakan,” kata Irma, Minggu (18/10).

Meski mendapat bantuan dari BNPB, Pemkab Bogor harus tetap mengeluarkan biaya tambahan dari APBD Kabupaten Bogor untuk memuluskan pembangunan huntap tersebut.

“Tapi tetap kita juga mesti siapkan anggaran dari APBD Kabupaten Bogor juga. Karna jika kita rinci, hibah dari BNPB hanya mengcover Rp50 juta per unit Huntap. Sedangkan kebutuhan Huntap per unit sekitar Rp72 juta,” ucapnya.

Untuk menutupi hal itu, rencananya Pemkab Bogor bakal menyiapkan anggaran tambahan sekitar Rp12,5 miliar. Dengan asumsi per unit rumah sekitar Rp22 sampai Rp25 juta sebagai tambahan dari bantuan hibah BNPB.

“Tambahan ini baru kita ajukan, kita bisa lihat setelah pembahasan APBD nanti,” ungkapnya.

Irma menyebut hibah dari BNPB ini belum bisa memenuhi kebutuhan huntap bagi korban bencana. Berdasarkan data yang ada, setidaknya Pemkab Bogor membutuhkan lebih dari 2.000 unit huntap.

Sementara saat ini baru terbangun sekitar 563 unit. Dengan rincian 205 unit di Desa Sukaraksa Kecamatan Cigudeg dan 358 unit di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya.

“Untuk di Cigudeg, lahan yang ada bisa untuk 1.500 unit. Kita masih terus ajukan bantuan ke pusat ataupun lewat alokasi APBD kita. Karena kebutuhan kita itu 2.000 unit. Jadi masih kurang,” tandasnya. (ogi/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *