PKL Puncak Dibubarkan, Pedagang Protes Ngaku Sudah ‘Setor’ ke Kordinator

by -

METROPOLITAN.id – Kerumunan wisatawan yang sedang piknik di Jalur Puncak Bogor, tepatnya di Kawasan Gunung Teh, desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor dibubarkan personel gabungan dari Polres Bogor dan Satpol PP Kabupaten Bogor, Kamis (29/10). Selain itu, pedagang kaki lima (PKL) ikut ditertibkan.

Penertiban kerumunan di kawasan Puncak Bogor ini rupanya mendapat protes dari pedagang. Yadi Supriadi, pedagang yang ikut ditertibkan mengaku kecewa karena merasa sudah membayar kepada seorang oknum yang mengaku sebagai koordinator.

“Kami kan selalu setor ini ke pengurusnya, seharusnya kami bukan yang menghadapi Satpol PP dan Polisi, seharusnya pengurusnya ini malah gak ada,” keluhnya.

Yadi pun enggan menjelaskan lebih detil siapa oknum koordinator yang dimaksud.

Ia mengaku telah membayar Rp 10 ribu setiap kali membuka lapak di daerah tersebut. Yadi menjelaskan, sebenarnya ia merupakan pedagang yang menggelar lapak di dekat lokasi longsoran.

Lalu, mereka juga dijanjikan akan menempati lokasi rest area di Desa Tugu Utara yang hingga kini belum rampung.

“Kami juga udah pada demo ke bupati, tapi katanya silahkan aja dimana dulu sebelum rest area selesai, tapi kan rest area belum selesai,” ucapnya.

Ia berharap agar pemerintah segera menyediakan tempat berjualan yang lebih aman sambil menunggu rest area rampung.

Sebelumnya diberitakan, sekitar pukul 12.30 WIB, banyak wisatawan yang berhenti dan memarkirkan kendaraan di pinggir jalan, Kamis (29/10).

Mereka berwisata ke kebun teh yang berada tepat di pinggir jalan di kawasan Riung Gunung.

Lokasi tersebut menjadi favorit wisatawan karena tidak dipungut biaya untuk memasuki kebun teh. Mereka hanya cukup membayar parkir sebesar Rp2 ribu.

Selain itu, di sana juga banyak pedagang menjajakan aneka jajanan. Namun sebenarnya, wisatawan dilarang parkir di kawasan tersebut karena ada rambu dilarang berhenti.

Alhasil, saat aparat gabungan datang sekitar pukul 13.00 WIB, mereka langsung ditertibkan. Banyak wisatawan yang tengah menikmati sejuknya gunung teh terpaksa pindah.

Satu per satu mereka meninggalkan lokasi tersebut. Selain wisatawan, petugas Satpol PP Kabupaten Bogor juga menertibkan pedagang yang menggelar lapaknya di trotoar.

Mereka sibuk memindahkan barang dagangan ke dalam area gunung teh. Kondisi arus lalu lintas pun sempat tersendat akibat peneriban tersebut.

Komandan Regu Satpol PP Kab Bogor, Maman mengatakan penertiban dilakukan karena kerumunan wisatawan ini berpotensi terjadinya penularan Covid-19.

“Kami sedang melakukan hoar-hoar (woro-woro,red) di sepanjang Jalur Puncak untuk membubarkan kerumunan masyarakat dan menertibkan pedagang PKL yang ada di sepanjang troroar di kawasan Kebun Teh,” katanya.

Lanjutnya, sebenarnya ada 3 titik  yang menjadi konsentrasi pemantauan. Pertama di Gadog, kedua di Megamendung dan ketiga di kawasan Telaga Warna. Namun saat sedang patroli, pihaknya menemukan kerumunan di lokasi ini.

“Ternyata kami menemukan kerumunan di sini, banyak motor parkir dan kini kami tertibkan agar tidak ada kemacetan,” ucapnya.

Sementara itu, KBO Sabhara Polres Bogor, Iptu Purba menjelaskan, pihaknya melakukan penertiban di lokasi tersebut karena wisatawan melanggar rambu lalu lintas yakmi memarkirkan kendaraan di area dilarang berhenti.

“Di sini kerumunan terlalu banyak jadi melanggar PSBB yang mana hanya diperbolehkan 50 persenm jadi kita mencegah penyebaran Covid-19, kalau terlalu banyak bisa berpotensi penyebaran covid. Karena bisa jadi salah satu di sini OTG,” ucapnya.

Kini pihaknya terus melakukan patroli di Jalur Puncak Bogor untuk menertibkam kerumunan wisatawan. (cr3/c/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *