Proyek Taman Anggrek KRB Rp35 M segera Rampung

by -

METROPOLITAN – Kemen­terian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan tahap akhir penataan kawasan Taman Anggrek Kebun Raya Bogor (KRB) di Kota Bogor.

Penataan kawasan tersebut sebagai salah satu wujud pro­gram kerja sama Kemente­rian PUPR dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk menjadikan KRB sebagai salah satu kawasan konservasi tumbuhan secara ex-situ untuk pelestarian spe­sies di luar habitat.

Menteri PUPR Basuki Ha­dimuljono mengatakan, pena­taan Taman Anggrek Bogor tidak hanya memberikan dampak positif dari sisi kel­engkapan prasarana fisik dan keindahan (beautifikasi, red) ruang terbuka hijau publik, namun juga memberi kontri­busi terhadap konservasi air, tanah dan perbaikan kualitas udara pada kawasan perko­taan.

”KRB juga diharapkan bisa menjadi daerah tangkapan air dan memperkecil aliran permukaan (run-off, red) se­lama mungkin saat musim hujan,” katanya dalam kete­rangan tertulis.

Pengelolaan KRB berada di bawah kewenangan LIPI, dengan dukungan Kemente­rian PUPR. Antara lain dengan peningkatan kualitas infra­struktur di area KRB.

Tugas tersebut diawali pem­buatan masterplan (rencana induk, red), perencanaan teknis rinci dan pelaksanaan konstruksi berbagai sarana dan prasarana pendukung dalam KRB. Sedangkan LIPI membuat konsep pengelo­laan dan pengembangan KRB secara nasional sesuai road­map dan kebutuhannya.

Ruang lingkup penataan kawasan Taman Anggrek KRB meliputi pekerjaan struktur, arsitektur dan Mekanikal, Elektrikal dan Plumbing (MEP) pada pembangunan Rumah Kaca Induk seluas 6.813 me­ter persegi dan Laboratorium Kultur Jaringan seluas 1.560 meter persegi.

Dengan fasilitas tersedia yang cukup mumpuni, Taman Ang­grek Bogor memiliki fungsi konservasi tumbuhan, pene­litian dan layak menjadi tu­juan wisata edukasi.

Penataan mulai dikerjakan pada Desember 2019, dengan progres fisik hingga akhir Sep­tember 2020 mencapai 76 persen dan target selesai minggu ketiga Desember 2020. Biaya pembangunannya be­rasal dari APBN TA 2020 se­besar Rp35 miliar.

Sebagai pusat penelitian dan pusat konservasi luar kawasan (eks-situ) tumbuhan terbesar di Indonesia, KRB memiliki luas sekitar 87 hek­tare, dengan jumlah koleksi tumbuhan sebanyak 12.531 spesimen. Pengembangan Taman Anggrek pada KRB lebih menekankan pada pelaksanaan lima fungsi KRB, yaitu konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan.

Dengan program tersebut, di samping menambah luasan RTH, juga memberikan man­faat bagi keberlangsungan fungsi ekologis dan sebagai tempat rekreasi/wisata bagi masyarakat. (med/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *