Ridwan Kamil Ancam Tutup Puncak

by -
Gubernur Jabar Ridwan Kamil memimpin acara 'KOPDAR Gubernur Jabar Bersama Pimpinan, Ketua Komisi, Ketua Badan, dan Ketua Fraksi DPRD Provinsi Jabar' di The Green Forest Resort, Kab. Bandung Barat, Kamis (6/2/20).

METROPOLITAN – Gu­bernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil berencana menutup kawasan Puncak saat libur panjang atau long weekend peringatan hari Maulid Nabi Muham­mad SAW. Hal itu dilakukan apabila kunjungan wisatawan ke wilayah selatan Kabupaten Bogor itu melebihi kapasitas.

Pria yang akrab disapa Kang Emil menyebut antisipasi akan dilakukan untuk mencegah ke­padatan wisatawan di kawasan Puncak-Kabupa­ten Bogor dan Cianjur. ”Karena kami akan mela­kukan beberapa tindakan penyekatan jika dirasa volumenya sudah melebihi apa yang kami per­kirakan. Jadi intinya tidak dilarang tapi kami pu­nya kapasitasnya. Kalau dalam hitung­an traffic counting-nya kapasitasnya sudah mulai berlebih, pasti kami tutup,” katanya. Ia menjelaskan kebanyakan wisatawan di Puncak adalah warga Jakarta. Ia pun berharap warga Jakarta bisa menahan diri untuk tidak pergi berwisata ke kawasan Puncak. ­

”Karena itu juga saya mengim­bau, kalau Puncak kan biasanya wisatawannya dari Jakarta, jadi kepada warga Jakarta, ik­uti imbauan dari pemerintah. Kalau bisa tidak dulu memaksa­kan diri ke Puncak, ke Cianjur. Dan coba maksimalkan bere­kreasi di wilayah dekat rumah­nya masing-masing,”imbau pria yang akrab disapa RK itu.

RK menerangkan penutupan atau penyekatan tidak akan dilakukan setiap hari saat long weekend. Tetapi penutupan di kawasan Puncak dan Cianjur akan dilakukan di waktu ter­tentu. Rapat koordinasi pun akan dilakukan untuk men­cegah kerumunan saat long weekend.

Baca Juga  Curhat ke Ridwan Kamil Bupati Bahas Kemacetan

”(Rapat dilakukan) yang arahnya memang memoti­vasi orang untuk mengurangi pergerakan karena kalau lepas kendali, (akan ada) kerumunan tidak terkendali, (dan) itu su­sah untuk dijadikan ukuran,” imbuhnya.

“Nah, pengalaman sebelum-sebelumnya memang ada penutupan. Tapi tidak 100 persen. Di waktu-waktu ter­tentu, di jam tertentu itu kita lakukan. Dan itu pasti akan kita ulangi apalagi long week­end ini terdeteksi potensinya (berkerumun) sangat besar,” sambung RK.

Ia menambahkan, tidak ada pelarangan untuk pergi ke tempat wisata di kawasan Pun­cak. Namun, protokol keseha­tan Covid-19 juga akan dimak­simalkan di tempat-tempat wisata di kawasan Jabar.

”Nah, kami antisipasi. Per­tama, semua destinasi pari­wisata di Jabar sudah kami identifikasi untuk memaksi­malkan protokol dan kedisipli­nan menjaga presentasi kapa­sitas. Jadi kalau nanti petugas akan saya tugaskan, nanti kalau ketahuan jatah (kapasi­tas maksimal, red) 50 persen­nya ternyata berlebih, kita akan beri sanksi juga, nah itu,” ujar­nya.

Menanggapi hal itu, Kabid Pengendalian Operasional Dinas Perhubungan Kabupa­ten Bogor Bisma Wisuda mengaku belum mendapatkan pemberitahuan lanjut menge­nai hal tersebut. ”Mungkin dalam waktu dekat ini baru akan dibahas,” katanya ke­pada Metropolitan, kemarin.

Baca Juga  Kang Emil Sebut Pemekaran Provinsi Bogor Raya Nggak Mendesak

Meski demikian, tutur Bisma, biasanya pada hari libur pi­haknya biasa menerjunkan sebanyak 45 personel, ditam­bah personel lain dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor. ”Dari petugas yang di­terjunkan, ditugaskan dari titik Simpang Gadog hingga di Masjid Atta’awun Puncak, Bogor,” paparnya.

Personel yang diterjunkan lebih difokuskan pada titik rawan kemacetan lalu lintas. ”Titik kerawanan ini meliputi Simpang Gadog, Pasirmuncang, Pasirangin, Megamendung, SP Hankam, Pasar Cisarua, Simpang Safari, Gunung Mas dan Atta’awun,” ujarnya.

Tak hanya Kabupaten Bogor. Tetangganya, Kota Bogor, juga bakal menerapkan pengetatan saat libur panjang peringatan hari Maulid Nabi Muhammad pada Rabu hingga Minggu (28/10-1/11). Ini juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang meminta Pemkot Bogor memperketat protokol kesehatan di lokasi wisata.

Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor Dedie A Rachim menuturkan, berdasarkan arahan itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan dinas terkait dan PHRI Kota Bogor untuk mempersiapkan diri menghadapi gelombang wi­satawan ke Kota Bogor.

Baca Juga  Suntik Vaksin China, Ridwan Kamil : Sakit tapi Lebih Sakit Ditinggal Mantan

Sebab jika berkaca pada ke­jadian saat diperketatnya PSBB di Jakarta, jumlah wisa­tawan di Kota Bogor mening­kat cukup tinggi. Hal itu terli­hat dari tingginya okupansi restoran dan kafe yang ada di Kota Bogor.

”Khusus lounge, kemudian coffee shop, kemudian juga restoran untuk membatasi jumlah jangan terlalu penuh. Jadi tetap kita berpatokan saat ini kita masih PSBB. Jadi kalau bisa 50 persen atau diatur sedemikian rupa tidak me­numpuk di satu waktu untuk mereka yang melakukan ke­giatan di dalam fasilitas hotel,” kata Dedie.

Terkait dengan pengawasan sendiri, Dedie sudah menyi­apkan skenario untuk menge­rahkan seluruh kemampuan dari tim Elang dan Merpati yang akan di-backup TNI, Polri dan Satpol PP untuk di­sebar di seluruh lokasi wisata yang ada di Kota Bogor.

Ia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan terlalu bereuforia menyambut datangnya libur panjang. ”Jadi kami mengimbau ke­pada masyarakat agar mela­kukan libur sehat, libur di rumah. Kondisi Kota Bogor meskipun hari ini zona oranye, kita tidak mau lagi tergelincir menjadi zona merah kalau tidak hati-hati. Perlu didukung dengan mematuhi protokol kesehatan,” tandasnya. (dtk/yos/dil/c/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *