Ridwan Kamil Todong Pusat 3 Juta Vaksin buat Bodebek

by -
Gubernur Jabar Ridwan Kamil memimpin acara 'KOPDAR Gubernur Jabar Bersama Pimpinan, Ketua Komisi, Ketua Badan, dan Ketua Fraksi DPRD Provinsi Jabar' di The Green Forest Resort, Kab. Bandung Barat, Kamis (6/2/20).

METROPOLITAN – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meminta pemerintah pusat memberi tiga juta dosis vaksin Covid-19 untuk wilayah Bodebek. Permin­taan itu disampaikan menyusul Indonesia disebut menda­pat kepastian jatah sebanyak 9,1 juta dosis vaksin hingga Desember 2020.

Sebanyak 9,1 juta dosis vaksin tersebut datang dari sejumlah perusahaan vaksin asal China, seperti Sinovac, Sinopharm dan Cansino. Alasannya, gubenur Jabar sendiri mengajukan tiga juta dosis vaksin karena wilayah penyangga Ibu Kota Jakarta itu hingga kini masih men­jadi episentrum penyebaran Covid-19 di Jabar.

“Arahnya memang diberikan di daerah yang (melalui ana­lisis, red) epidemiologis ter­masuk tinggi (penyebaran kasus positifnya, red), yaitu Jabodetabek. Sehingga Jabar mengajukan 3 juta vaksin un­tuk Bodebek,” katanya dalam konferensi pers daring, kema­rin.

Mempersiapkan hal tersebut, pihaknya akan melalukan simulasi persiapan penyun­tikan vaksin terhadap warga Bodebek. Rencananya, simu­lasi akan dilakukan pada Ka­mis (22/10) di Kota Depok.

“Ada recana simulasi per­siapan penyuntikkan vaksin di Depok hari Kamis ini. Ini sebagai respons persiapan gelombang satu vaksin seba­nyak 9 juta ke Indonesia,” ucap Emil, sapaan karibnya.

Dalam simulasi tersebut, sambungnya, kesiapan para tenaga medis untuk melaku­kan penyuntikan vaksin akan dievaluasi. Tenaga medis di Bodebek sebagai penyuntik vaksin terbilang terbatas. “Se­bab, Bodebek hanya punya tenaga penyuntik vaksin ter­latih sebanyak seribu orang. Nanti dilihat apakah ini me­madai atau harus ditambah,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menga­ku masih terus mematangkan rencana vaksinasi Covid-19 tahap awal yang dijadwalkan akan digelar pada November mendatang. Hal itu diungkap­kan Wali Kota Bogor Bima Arya. ”Belum ada perkembangan. Kita baru dimintai menyiapkan lokasi di 25 puskesmas saja,” katanya kepada awak media, kemarin.

Meski belum mendapatkan rincian terkait pelaksanaan vaksinasi. Bima menuturkan bahwa Pemkot Bogor akan menyediakan jatah vaksinasi bagi 150 ribu orang. ”Selain menyiapkan kuota. Kita juga tengah menyiapkan tenaga medis yang akan menangani vaksinasi nantinya. Ini kita masih menunggu arahan dari pusat,” ucap Bima.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin menuturkan, Kabu­paten Bogor mendapatkan kuota vaksinasi dari pemerin­tah pusat sebesar 20 persen dari jumlah penduduk. ”Kita dapat kuota 20 persen dari pemerintah pusat. Artinya, ada sekitar 1,2 juta warga Kabu­paten Bogor yang akan menda­patkan vaksin,” kata Ade.

Rencananya, sambung Ade, 20 persen kuota awal vaksi­nasi dari pemerintah pusat itu bakal diisi orang-orang yang dinilai tepat menjadi prioritas utama penerima vaksin. Khu­susnya orang-orang yang pro­fesinya bersinggungan dengan Covid-19. ”Untuk awal ini kita akan prioritaskan orang-orang yang rentan tertular Covid-19 karena profesi. Jadi itu yang akan kita prioritaskan terlebih dulu,” ucapnya.

Tak hanya itu, Pemkab Bogor juga sudah melakukan klasi­fikasi terhadap siapa-siapa yang akan menerima vaksin tersebut. Setidaknya ada se­belas kategori yang dinilai bakal mendapatkan vaksi­nasi dari pemerintah pusat tersebut.

”Kita sudah tentukan krite­ria, ada sebelas. Yakni tenaga kesehatan, Kodim 0621, polres, pesantren, guru, guru diniyah, pegawai Kabupaten Bogor, perangkat desa, RT, RW dan masyarakat di zona merah. Itu yang menjadi prioritas awal kita,” imbuhnya.

Meski begitu, Ade Yasin juga mengaku belum mendapatkan informasi pasti mengenai vak­sin apa yang akan diberikan pada program vaksinasi ter­sebut. ”Kita belum tahu vaksin apa yang akan digunakan, apakah vaksin dari China atau Bio Farma,” tandasnya. (ayb/dil/b/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *