Sebulan, Polisi Sempat Bertemu Genderuwo di Hutan

by -

Kisah narapidana narkoba yang kabur dari Lapas Kelas I Tangerang, Cai Changpan, tutup buku. Sebab, narapidana asal China itu ditemukan tak bernyawa dalam kondisi gantung diri di sebuah pabrik pengolahan limbah ban di Desa Koleang, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Sabtu (17/10).

PENCARIAN bandar nar­koba itu sudah memakan waktu lebih dari satu bulan. Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Prato­mo memimpin langsung pen­carian Cai Changpan. Pasu­kannya menyusup ke peda­laman Hutan Tenjo dan Jasinga, Kabupaten Bogor. Banyak fenomena alam selama pen­carian. ”Kalau boleh cerita, fenomena alam banyak se­kali. Kami dapati saat penca­rian, mulai bertemu gen­deruwo malam-malam di hutan dan sebagainya,” ce­rita Pratomo.

Setelah kabur dari Lapas Kelas I Tangerang, Satnar­koba Polres Metro Tangerang langsung mencoba mencari jejak narapidana yang divonis mati pada 2017. Dari penelu­suran, pihaknya langsung memburu Cai Changpan dan terdeteksi berada di kediaman istrinya di kawasan Tenjo, Bogor. ”Jadi berdasarkan ke­terangan tukang Ojek Mandra, dia mengantarkan sampai ke Tenjo. Saat kita datangi dia sudah tidak di rumah itu,” terang Pratomo.

Cai Changpan selama per­sembunyiannya sempat mengancam satpam pabrik pembakaran ban hingga akhir­nya ditemukan tewas tergan­tung di Hutan Jasinga. Ke­pala Desa Koleang, Abdul Roham, menceritakan detik-detik penemuan jenazah ter­pidana mati itu.

Abdul mengatakan, lokasi penemuan jenazah Cai Chang­pan berada dua kilometer dari jalur utama jalan raya. Kondisi jalan berupa tanah merah belum beraspal yang dikelilingi hutan. Lokasi itu jauh dari permukiman warga.

Warga Desa Koleang sempat kaget dengan kedatangan mobil ambulans pada Sabtu siang itu. ”Memang di situ ada jalan kabupaten yang sudah jelek rusak. Masuknya perba­tasan desa, hutan. Jadi kema­rin itu tiba-tiba saja ada am­bulans datang ke sini,” kata Abdul.

Abdul langsung menuju lo­kasi memastikan kedatangan ambulans itu. Tiba di lokasi, jenazah Cai Changpan telah dievakuasi ke mobil ambulans. Karena tak bisa masuk, ia ha­nya bisa menyaksikan proses penggeledahan dan evakua­si jenazah dari jauh. Abdul juga melihat seorang satpam yang disebut sebagai saksi dibawa polisi. Satpam itu merupakan warga Desa Ko­leang. Warga bekerja sebagai satpam di pabrik pembakaran ban tersebut.

Meski pabrik itu telah tutup sejak beberapa bulan lalu, satpam masih sering berada di sana. ”Satpam ini kebetulan punya peliharaan ayam, kan­dang ayam di sana. Jadi pas dibawanya ke TKP kebetulan ada dia,” ungkap Abdul. (tib/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *