Seleksi Program Guru Penggerak Kedua Dibuka

by -

METROPOLITAN – Kemen­terian Pendidikan dan Kebu­dayaan (Kemendikbud) kem­bali membuka seleksi Program Guru Penggerak dari 56 kabu­paten/kota. Pendaftaran ini dibuka mulai 13 sampai 31 Oktober 2020.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Kemendikbud, Iwan Syahril, berharap guru penggerak akan selalu berpihak pada murid dan fokus pada proses pembelaja­ran. Guru penggerak juga di­bentuk agar bisa menggerakkan komunitas belajar di sekolah dan luar sekolah.

”Guru menerapkan pembe­lajaran aktif sesuai tahap per­kembangan murid yang bisa diikuti guru lainnya, sehingga murid bisa meraih kemerde­kaannya dalam belajar,” kata Iwan.

Kelulusan akan ditentukan hasil seleksi peserta dan peng­ajar praktik yang disesuaikan kuota calon Guru Penggerak angkatan kedua yakni 2800 guru.

Sementara itu, penentuan hasil seleksi didasarkan pada nilai akhir peserta, proporsi jumlah sekolah, ketersediaan pendamping serta jumlah ke­pala sekolah yang akan pen­siun.

Pada angkatan kedua ini, Ke­mendikbud akan merekrut 628 pengajar praktik (pendamping) dari 74 kabupaten/kota, 560 pendamping dari 56 kabupaten/kota pada daerah sasaran ang­katan kedua dan 68 pendamping dari 18 kabupaten/kota untuk memenuhi kuota pendamping Program Guru Penggerak pada angkatan pertama.

Program Guru Penggerak ini berbentuk pendidikan dan pelatihan mandiri dan kelom­pok secara terbimbing bagi guru. Proses pendidikan ini dilakukan dengan pendam­pingan terbimbing oleh peng­ajar praktik (pendamping) yang berasal dari guru berpengala­man kepala sekolah dan peng­awas sekolah atau praktisi pendidikan.

Program ini bertujuan men­ghasilkan bibit unggul pemim­pin Indonesia di masa menda­tang. Perjalanan guru pengge­rak dimulai dengan tahap se­leksi dan mengikuti rangkaian Program Pendidikan Guru Penggerak selama 9 bulan ter­diri dari kelas pelatihan daring, lokakarya dan pendampingan. (re/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *