Suntik Vaksin, Kalau nggak Mau nggak Apa-apa

by -

METROPOLITAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melonggarkan kewajiban vaksinasi bagi golongan prio­ritas yang mendapatkan suntik pengebal imun Covid-19. Rencanaya, suntik vaksin ini dijadwalkan akan berlangs­ung pada awal November nanti di beberapa daerah.

Menariknya, keputusan Pemkot Bogor yang melonggarkan kewajiban vaksinasi ini berbanding terbalik dengan kebijakan yang diambil Pemprov DKI Ja­karta. Melalui Perda Penang­gulangan Covid-19 yang sudah disahkan DPRD dan Pemprov DKI Jakarta, warga yang menolak vaksinasi co­rona bisa dihukum sanksi denda hingga Rp5 juta.­

Aturan itu tertuang dalam Perda tentang Penanggu­langan Covid-19 Pasal 30. Sanksi tersebut berupa pi­dana dengan denda maksimal Rp5 juta. “Setiap orang yang dengan sengaja menolak un­tuk dilakukan pengobatan dan/atau vaksinasi Covid-19, dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp5.000.000 (lima juta ru­piah),” isi perda tersebut.

Selain soal menolak vaksin, ada beberapa hal yang dima­sukkan kategori pidana. Se­perti dilarang menolak men­jalani tes corona, dilarang membawa paksa jenazah pasien probable atau konfir­masi positif, hingga orang terkonfirmasi positif dilarang meninggalkan fasilitas iso­lasi atau kesehatan.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bogor Bima Arya me­nyebut tidak ada paksaan dalam program vaksinasi ini. Sehingga bagi pihak yang tidak mau menjalani suntik vaksin, pihaknya tidak mem­permasalahkan. “Nggak apa-apa. Kan tidak memaksa juga,” singkat Bima.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bo­gor Sri Nowo Retno mengakui sampai saat ini Pemkot Bogor juga belum bisa menentukan jatah vaksinasi bagi masing-masing kategori.

Sebab, sampai saat ini pihak Dinkes Kota Bogor masih menunggu petunjuk pelaks­ana dan petunjuk teknis (juklak-juknis) vaksinasi Co­vid-19. ”Kita belum ada juk­nis, nunggu arahan dari pu­sat,” kata Retno.

Namun, Retno memastikan bahwa vaksin akan diberikan kepada masyarakat yang be­rusia 18 sampai 59 tahun. Selain itu, profesi yang akan menerima vaksin tahap per­tama nanti adalah TNI, Pol­ri, tenaga kesehatan, ASN dan wartawan. ”Sasarannya sih 18 sampai 59 tahun. Dan yang pertama akan divaksin ada­lah tenaga medis, pelayanan publik, TNI, Polri, ASN dan wartawan,” jelasnya.

Retno juga mengaku sampai saat ini pihak Pemkot Bogor belum mengetahui vaksin jenis apa yang akan diguna­kan di Kota Bogor. Sebab, berdasarkan informasi yang beredar, pemerintah pusat berencana menggunakan tiga jenis vaksin, yaitu Cansi­no, Sinopharm dan Sinovac. (dtk/dil/b/ryn/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *