Tiap Kota/Kabupaten Dijatah 35 Orang

by -

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka kesempatan pengisian jabatan fungsional untuk pamong belajar dan penilik dengan proses penyesuaian atau inpassing. Posisi pamong pelajar dibuka untuk 13.090 orang dan akan ditempatkan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di setiap kabupaten/kota.

“PEMBUKAAN kesempatan ini berdasarkan pada kebu­tuhan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di setiap Kabupaten/ Kota. Setiap SKB minimal membutuhkan 35 orang pamong belajar,” jelas Direk­tur Guru dan Tenaga Kepen­didikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Santi Ambar­rukmi.

Jabatan fungsional pamong belajar memiliki ruang lingkup tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan belajar dan menga­jar. “Pamong belajar juga melaksanakan kajian program serta pengembangan model pendidikan nonformal dan informal pada unit pelaksana teknis pusat/daerah dan sa­tuan pendidikan nonformal,” ucapnya.

Sementara itu, untuk jabatan fungsional penilik, dibutuhkan sebanyak 19.623 orang, dengan asumsi setiap kecamatan membutuhkan sebanyak 3 sampai dengan 12 orang pe­nilik. “Dengan jumlah keca­matan di Indonesia sebanyak 6.541 kecamatan, sementara penilik yang tersedia saat ini berjumlah sekitar 3.000 orang,” tuturnya.

Sedangkan penilik adalah jabatan yang mempunyai ru­ang lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melakukan kegiatan pengen­dalian mutu. “Jabatan fungsi­onal penilik juga melaksana­kan evaluasi terhadap dampak program PAUD, pendidikan keaksaraan dan kesetaraan, serta kursus pada jalur pen­didikan nonformal dan infor­mal (PNFI),” jelasnya.

Mereka yang bisa melamar adalah pegawai negeri sipil (PNS) yang berminat mendaf­tarkan diri menjadi pamong belajar atau penilik, tidak dibatasi hanya lulusan sar­jana pendidikan. Namun demikian, PNS tersebut ha­rus memiliki pengalaman terlibat dalam pendidikan nonformal minimal dua ta­hun.

“Melalui program inpassing ini, kami memfasilitasi PNS jabatan administrasi atau struktural atau fungsional umum yang berminat untuk mengembangkan karier dalam jabatan fungsional pamong belajar SKB/SPNF dan peni­lik,” jelas Santi.

Uji kompetensi untuk me­nempati jabatan fungsional pamong belajar dan penilik, akan dilaksanakan pada 11-12 November 2020. Sementara itu, untuk pendaftaran sudah akan dimulai pada tanggal 12-16 Oktober 2020 ini.

Pendaftaran dilakukan dalam jaringan (daring) melalui jab­fung.kemdikbud.go.id. Uji kompetensi pun dilaksanakan secara daring. Pengumuman kelulusan dari hasil uji kom­petensi akan dilaksanakan pada 20-30 November 2020.

Persyaratan PNS yang bisa mengikuti inpassing adalah PNS dengan pangkat paling rendah Penata Muda, go­longan III/A untuk menjadi Pamong Belajar. Sementara untuk penilik, minimal Pena­ta Muda Tingkat I, golongan III B.

Usia maksimal belum 56 tahun untuk yang berpangkat III/d ke bawah, tetapi bila berpangkat IV/a ke atas usia­nya belum 58 tahun, serta mendapat rekomendasi dari Pejabat Pembina Kepega­waian atau Pejabat yang dit­unjuk serendah-rendahnya dari pejabat Badan Kepega­waian Daerah.

“Jenjang jabatan Pamong Belajar terdiri dari Pamong Belajar Ahli Pertama, Pamong Belajar Ahli Muda, dan Pamong Belajar Ahli Madya. Semen­tara Jenjang Penilik, yakni Penilik Ahli Pertama, Penilik Ahli Muda, Penilik Ahli Madya, dan Penilik Ahli Utama,” tutup Santi. (jp/feb/py

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *