Tumbuhkan Ekonomi, Bogor Diguyur Rp153 Miliar

by -

METROPOLITAN – Kabar baik datang bagi Kota dan Kabupaten Bogor. Kedua dae­rah ini masuk empat daerah di Jawa Barat yang menerima hibah dari Kementerian Pa­riwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf ) senilai Rp277,4 miliar. Dana hibah ini dikucurkan untuk meng­geliatkan perekonomian dan untuk menangani dampak pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat Dedi Taufik men­gatakan, empat daerah yang masuk kriteria penerima hibah ialah Kota Bandung Rp100 miliar, Kota Bogor Rp73 mi­liar, Kota Cirebon Rp22 mi­liar dan Kabupaten Bogor Rp80 miliar.

Informasi itu berdasarkan surat dari menteri keuangan bernomor S-244/MK.7/2020 ditandatangani Direktur Jen­deral Perimbangan Keuangan Astera Primanto Bhakti pada 12 Oktober 2020.

”Total dana hibah untuk daerah di Jawa Barat sekitar Rp277 miliar. Tujuannya mem­perkuat perekonomian do­mestik karena ada dukungan fiskal kepada perusahaan kecil juga. Secara langsung, ini pun membantu pemerin­tah daerah serta industri ho­tel dan restoran, sekaligus meningkatkan PAD,” kata Dedi melalui keterangan res­minya, kemarin.

Menurutnya, semua peng­gunaan anggaran tersebut akan disalurkan kepada pe­rusahaan terdampak, khus­usnya UMKM, koperasi dan perlindungan mata pencaha­rian pekerja di sektor informal. ”Tentu kami berharap ang­garan ini bisa digunakan se­cara maksimal,” ujar Dedi.

Sementara itu, Menparekraf Wishnutama Kusubandio mengatakan, dana hibah di­gunakan untuk meningkatkan penerapan protokol keseha­tan di destinasi wisata untuk meningkatkan rasa aman bagi wisatawan, sekaligus membantu industri bertahan di tengah pandemi.

”Tujuan utama dari hibah pariwisata ini adalah mem­bantu pemda serta industri hotel dan restoran yang saat ini sedang mengalami gang­guan finansial serta recovery penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) akibat pan­demi Covid-19 dengan jang­ka waktu pelaksanaan hingga Desember 2020,” kata Wishnu­tama.

Ia menyebut ada kriteria yang harus dipenuhi untuk menda­patkan dana hibah tersebut. di antaranya PHPR minimal 15 persen dari total PAD Tahun Anggaran 2019, sepuluh De­stinasi Super Prioritas (DPP), lima Destinasi Pariwisata Prioritas (DSP), Destinasi Branding dan seratus Calen­dar of Event (COE). (dtk/rez/ run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *