Warga Diajak Budidaya Ikan dalam Ember

by -

Mahasiswa KKN-T Institut Pertanian Bogor (IPB) Bogorkab17 mengadakan pembuatan budik damber bersama warga RW 07 dan RW 08, Kelurahan Karangasem Barat, Citeureup, Kabupaten Bogor.

KEGIATAN KKN-T ini ter­masuk program kerja dari Kelompok KKN IPB. Lokasi KKN digelar di Kelurahan Ka­rangasem Barat, Citeureup.

Kelurahan Karangasem Ba­rat memiliki luas wilayah 239.000.000 hektare (Ha) yang berbatasan langsung dengan Tol Jagorawi (Bogor-Jakarta).

Hal tersebut menyebabkan Kelurahan Karang Asem Barat selalu ramai akibat aktivitas kendaraan yang melintas. Mu­lai dari kendaraan pribadi, angkutan kota hingga trans­portasi industri yang mengang­kut hasil industri maupun bahan baku.

Kelurahan Karangasem Ba­rat tak hanya berbatasan dengan Tol Jagorawi, namun kelurahan tersebut berbatasan dengan berbagai kelurahan dan desa lainnya di Kecama­tan Citeureup.

Karakter masyarakatnya yang punya keingintahuan tinggi menjadikan warga RW 07 dan RW 08 Kelurahan Karangasem Barat selalu antusias dalam melaksanakan setiap kegiatan yang diadakan pengurus desa setempat.

Hal lainnya dibuktikan saat pelaksanaan program kerja oleh Tim KKN-T IPB 2020 yang mendapat antusiasme cukup tinggi dari warga, mulai dari anak-anak, remaja hingga de­wasa.

Rasa keingintahuan disertai antusiasme yang tinggi meru­pakan potensi besar yang da­pat dimanfaatkan pemerintah setempat dalam member­dayakan warganya. Potensi lain yang dimiliki Kelurahan Karangasem Barat adalah ada­nya organisasi kepemudaan yang sangat eksis dan aktif.

Organisasi tersebut dimulai dari tingkat kelurahan hingga tingkat unit atau RW. Pemuda-pemuda tersebut menjadi penggerak masyarakat untuk tetap mengembangkan wilay­ahnya masing-masing meski­pun dalam masa pandemi seperti saat ini.

Mahasiswa KKN IPB menga­jak warga RW 07 dan RW 08 dalam membuat Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber) agar bisa menghasilkan bahan makanan yang dapat dikon­sumsi.

”Saat pandemi yang kita ra­sakan ini membuat warga kekurangan bahan makanan. Inilah momen yang tepat un­tuk mengajak warga RW 7 dan RW 8 membuat Budikdamber,” ujarnya.

Solusi ini bisa dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, terutama kebutuhan protein hewani dan sayur-mayur.

Solusi ini dilakukan meng­ingat semakin menipisnya lahan pertanian di Indonesia, tak terkecuali Kelurahan Ka­rangasem Barat.

Keterbatasan lahan untuk budidaya dan berkurangnya kualitas dan kuantitas air, men­jadikan solusi ini sangat tepat untuk diberikan di daerah dengan lahan pertanian yang sedikit. Di masa pandemi ini pasti sangat membutuhkan asupan gizi seimbang baik dari segi hewani maupun na­bati.

Program Penyuluhan Cara Pembuatan Budidaya Ikan Dalam Ember merupakan salah satu solusi bagi masy­arakat untuk tetap mendapat­kan gizi yang seimbang.

Pembuatan Budikdamber ini menggabungkan antara budidaya ikan lele dan men­anam sayur, seperti kangkung, bayam dan caisin dalam satu ember. (rb/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *