Warga Gunungsindur Kukuh Minta PT Acon Berhenti Produksi

by -

METROPOLITAN – Ratusan warga dari dua desa di Keca­matan Gunungsindur, Kabu­paten Bogor, melakukan unjuk rasa menuntut diselesaikannya gangguan polusi yang diduga akibat limbah asap dari pabrik bata hebel PT Acon Indonesia di Jalan Pembangunan, Desa Curug, Kecamatan Gunungs­indur, Kabupaten Bogor, ke­marin.

Dua warga desa yang mela­kukan unjuk rasa yakni Desa Curug dan Desa Padurenan. Para peserta aksi mulai ber­kumpul dan bergerak mela­kukan konvoi dengan mem­bawa berbagai spanduk dan poster sejak pukul 08:00 WIB di sepanjang Jalan Raya Pembangunan Gunungsindur dan melakukan aksi orasi di sekitar PT Acon.

Aksi warga ini mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan gabungan dari Pol­sek dan Koramil Gunungsindur, Satpol PP dan petugas linmas serta beberapa ormas di wi­layah tersebut. Penanggung jawab aksi, Eko Wiratno, men­gatakan bahwa warga menuntut pihak perusahaan menghen­tikan pencemaran udara yang menimbulkan bau menyengat.

Menurutnya, ada sekitar 3.000 kepala keluarga dari tiga RW di dua desa yang terdampak bau dan terancam kesehatan­nya. Apalagi perusahaan ter­sebut melakukan produksi selama 24 jam dan menim­bulkan kebisingan. “Maka kami secara tegas menuntut pihak perusahaan PT Acon segera menghentikan pence­maran,” tegas Eko.

Bahkan, Eko meminta kasus ini dibawa ke jalur hukum ka­rena dampak dari polusi sangat merugikan kenyamanan dan mengganggu kesehatan warga. Ia meminta aparat ber­wenang di Kabupaten Bogor bertindak tegas terhadap pe­langgaran yang dilakukan perusahaan tersebut. “Kalau begini, pemerintah gagal me­lindungi kesehatan warganya,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan peserta aksi demo, Mulyadi Muhsin. Ia meminta pihak perusahaan segera menyele­saikan adanya pencemaran atau polusi bau dari perusa­haan tersebut. Ia mengaku sudah ada beberapa kali me­diasi namun tidak ada titik temu. “Warga menuntut pe­rusahaan secepat mungkin menghentikan pencemaran. Warga juga akan mengajukan protes ini ke DPRD Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Gunungsindur Kompol Dar­mawan mengatakan, para peserta aksi memang hanya melakukan konvoi dan orasi protes, dengan isi tuntutan penghentian bau yang dirasa­kan warga. Ia juga mengung­kapkan mediasi antara peru­sahaan dengan warga sudah sering dilakukan, namun be­lum ada titik temu. “Personel pengamanan yang kami tu­runkan sekitar 50 petugas dari gabungan TNI dan Polri dibantu Satpol PP dan linmas. Aksi berlangsung damai,” pung­kasnya. (sir/c/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *