Warga Sempat Lihat Cai Chang Pan Masuk Gudang Sebelum Gantung Diri

by -

METROPOLITAN.id – Terpidana mati kasus narkoba, Cai Changpl Pan ditemukan tewas gantung diri di sebuah gudang pembakaran ban di wilayah Jasinga, Kabupaten Bogor pada Sabtu (17/10). Sehari sebelum ditemukan tewas, napi warga negara asing (WNA) asal Tiongkok ini sempat terlihat masuk area gudang melewati hutan.

Diketahui, gudang pembakaran ban tersebut berada di Kampung Cikidung, Desa Koleang, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.

Kades Koleang, Adung Abdurahman mengatakan, ada warganya yang sempat melihat keberadaan Cai Changpan masuk ke gudang pembakaran ban tersebut melewati hutan di antara gunung.

“(Sehari ditemukan) iya hari Jumat, ada warga yang lihat (Cai Chang Pan), dia ke sini lewat hutan di wilayah gunung di desa ini. Malam sabtunya langsung penjagaan ketat perintah dari Kapolsek dan Alhamdulillah kemarin ada titik temunya,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (18/10).

Ia melanjutkan, pihaknya dan anggota Polsek Jasinga sempat melakukan pencarian untuk melacak persembunyian Cia Chang Pan setelah kabur dari Lapas Kelas IA Tangerang pada 18 September lalu. Disebut-sebut, Cai Chang Pan kabur ke wilayah Kecamatan Tenjo dan Jasinga.

Setidaknya ada empat desa yang disisir di Jasinga, yakni Desa Pangaud, Barengkok, Bagoang, Setu dan Koleang.

Sementara itu, Camat Jasinga, Hidayat Saputradinata menjelaskan, Cai Chang Pan memiliki sejumlah bidang tanah dan mempunyai usaha pembakaran ban yang dikelola oleh istrinya dibantu sejumlah karyawan.

Namun, aset bidang tanah dan gudang pembakaran ban di Jasinga tersebut sudah dijual tahun 2018.

“Dulu itu dia ke sini memang cari tempat baru selain di tempat istrinya di Tenjo itu. Mafia narkoba kan gimana caranya biar lolos dan dia hafal lokasi di sini,” tutur Hidayat.

Hidayat menjelaskan, TKP yang jadi tempat ditemukannya Antoni alias Cai Chang Pan sudah tidak aktif sejak beberapa bulan lalu.

Hal ini disebabkan kegiatan operasional pembakaran ban diprotes warga hingga tim pengawas lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) turun tangan.

“TKP sekarang itu yang punya orang lain dan pembakaran ban sudah lama ditutup. Tidak aktif. Nah untuk yang ngontrak masih dicari tapi memang di lokasi itu ada penjaganya,” bebernya.

Hidayat juga menyebut, kecurigaan polisi menyasar ke wilayah Jasinga bukan tanpa alasan. Di tahun 2015, pernah diungkap penemuan narkoba jenis sabu beberapa kilogram di gudang pembakaran ban lokasi Cai Chang Pan bunuh diri.

“Yang jelas gembong narkoba yang ada di Jasinga ini ditangkap karena dari dulu di sini zona merah sabu, karena sempat ada temuan sabu dan tentu saat itu spektakuler. Sekarang ada lagi lebih spektakuler buronan asal luar negeri ini Cai Chang Pan punya istri orang Tenjo. Nah istrinya ini nih yang tahu segala sesuatunya karena yang punya duit istrinya, dia yang sewa rumah bersama Cai Chang Pan ini dan hidup di Tenjo,” tuturnya.

Kapolsek Jasinga AKP Lukito Sadoto membenarkan kalau Cai Chang Pan ditemukan tewas di wilayahnya.

“Kalau TKP memang benar di wilayah kita, jadi kami mendampingi. Langsung ke Polda Metro Jaya,” singkat Lukito. (Cr3/c/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *