Waspada, Ini Titik Rawan Bencana di Kota Bogor Saat Libur Panjang

by -
Suasana banjir di Perum griya cimanggu indah RT04/03 Kel.Kedung badak, Kota Bogor, Minggu (25/10/2020). Akibat curah hujan yang tinggi membuat kawasan perumahan tersebut mengalami kebanjiran. Selain rumah warga air lapangan bola juga terendap banjir sehingga dimanfaatkan oleh warga untuk memancing ikan. Sandika/Metropolitan

METROPOLITAN.id – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meminta seluruh jajaran dan warganya untuk mengantisipasi terjadinya bencana selama libur panjang pekan ini. Sebab, diprediksi kondisi cuaca di wilayah Bogor selama beberapa hari ke depan ini masih tak menentu.

“BMKG memprediksi ke depan cuaca masih tidak menentu, masih mungkin ada ancaman banjir, longsor, baik banjir lintasan maupun banjir yang disebabkan karena penyumbatan saluran air,” kata Bima Arya saat Apel Siaga Bencana dan Koordinasi Menghadapi Masa Libur Panjang di Lapangan Sempur, Kamis (29/10).

Tak kalah penting, Bima Arya mengingatkan BPBD bersama PUPR, camat hingga lurah bahwa di titik yang rawan banjir harus bebas dari bangunan liar. Seperti yang terjadi di Perumahan Griya Cimanggu, Tanahsareal, Kota Bogor akhir pekan lalu.

Saat itu, banjir diakibatkan karena gorong-gorong tergerus longsor, dimana di atasnya banyak PKL dan bangunan liar yang dibangun.

“Kita kurangi juga risiko longsor karena itu sekali lagi bangunan liar kita akan tertibkan. KEmarin kita sudah tertibkan banguan liar di sepanjang jalan sholeh Iskandar oleh itu kita ingin lihat teman teman di wilayah didukung PUPR,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Priyatnasyamsah membeberkan titik-titik rawan bencana di Kota Bogor.

Untuk di wilayah Kecamatan Bogor Tengah, titik rawan banjir berada di Kelurahan Kebon Kelapa dan Kelurahan Panaragan.

Untuk lokasi rawan longsor, berada di Kelurahan  panaragan dan Kelurahan Paledang.

“Untuk di Kecamatan Bogor Utara, titik rawan banjir lintasan berada di Kampung Bebek Kelurahan Kedunghalang, Kelurahan Bantarjati, Kelurahan Cibuluh dan Kelurahan Tanah Baru,” jelasnya.

Priyatna melanjutkan, untuk lokasi rawan longsornya berada di Kelurahan Cimahpar dan Kelurahan Tegalgundil.

Di Kecamatan Bogor Selatan, titik rawan banjir berada di Kelurahan Batutulis. Sementara titik rawan longsor berada di Kelurahan Bondongan, Muarasari, Lawanggintung, Cipaku dan Empang.

Lalu untuk titik rawan angin puting beliung berada di Kelurahan Genteng. Lalu, di Kecamatan Bogor Timur titik rawan banjir berada di Kelurahan Katulampa, sementara titik rawan longsor berada di Kelurahan Katulampa.

Di Kecamatan Tanahsareal, titik rawan banjir lintasan berada di Kelurahan Sukaresmi dan Kelurahan Cibadak.

Terakhir, di Kecamatan Bogor Barat, titik rawan longsor berada di Kelurahan Curug, Pasirjaya, Gunungbatu, Semplak dan Loji.

“Kami berkordinasi dengan wilayah dan kami juga sudah membentuk kelurahan tangguh bencana, ada rekan dan warga masyarakat yang sudah kami latih untuk menanggulangi bencana. Selain itu, masing-masing kelurahan juga dibentuk forum pengurangan risiko bencana. Untuk piket di BPBD sendiri kita siagakan 24 jam,” ujarnya.

Bila tiba-tiba bencana terjadi, warga bisa melapor dan menghubungi pihak BPBD Kota Bogor ke nomor 088809112569.

“Penanganannya kami lakukan dulu assesment tergantung dari tingkat bencananya. Nanti baru tim reaksi cepat yang bergerak apa yang harus dia lalukan dan peralatan yang harus disiapkan dan dibawa,” pungkasnya. (cr3/c/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *