Banjir Dukungan Calon Direksi Tirta Pakuan Bogor dari Internal

by -

METROPOLITAN.id – Panitia Seleksi (Pansel) calon anggota direksi dan dewan pengawas Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor baru saja mengumumkan sepuluh nama calon direksi yang lolos seleksi administrasi, dari 20 orang yang mendaftar, Senin (9/11).

Dari kesepuluh orang yang lolos, diketahui delapan orang diantaranya berasal dari internal Tirta Pakuan. Sebut saja Rino Indira, yang menjabat Direktur Umum (Dirum). Lalu ada dua orang dari eksternal Tirta Pakuan yang lolos seleksi administrasi.

Hal itu mendapat reaksi dari beberapa anggota DPRD Kota Bogor. Diantaranya Anggota Komisi II DPRD Kota Bogor, Rizal Utami, yang mengatakan bahwa berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 12 tahun 2019 tentang penyelenggaraan badan usaha milik daerah, panitia seleksi mengacu pada pasal 55.

Baca Juga  Heboh! Emak-Emak Jemput Pelajar Ikut Demo Depan Istana Bogor

Banyaknya pendaftar dari kalangan internal, menurutnya sangat bagus, sehingga meyakinkan owner yakni Wali Kota Bogor, bahwa perusahaan tersebut lebih baik dipimpin oleh kalangan internal yang sudah menguasai dan mumpuni. Namun demikian, kata dia, tetap harus profesional dan tidak menutup calon dari luar perusahaan.

“Memang lebih bagus perusahaan itu dipegang kalangan internal,” ujarnya.

Politisi PPP itu menambahkan, Perumda Tirta Pakuan saat ini sudah besar dan baik. Banyak prestasi yang sudah didapatkan, ada peningkatan PAD Kota Bogor oleh direksi saat ini. Tahun 2019 lalu BUMD Kota Bogor ini mendatangkan PAD sekitar Rp19 miliar untuk Kota Bogor.

Selain itu, mendapat WTP selama tiga tahun berturut-turut, mula dari pelayanan terbaik dan tingkat kebocoran pun berkurang.

Baca Juga  Ario Danu Didukung Developer

“Dalam proses ini, pansel jangan mengesampingkan para calon direksi dari internal. Semua itu ada jerih payah mereka yang saat ini mendaftar juga. Wajar kalau diprioritaskan,” jelasnya.

Senada, Ketua Fraksi Amanat Nurani (F-AN) Safrudin Bima menuturkan, selama seleksi mekanisme harus ditempuh dan pansel mesti bekerja sesuai aturan.

Ia bersyukur dengan anyaknya calon internal yang daftar, artinya bisa memberika. pekerjaan kepada ‘ahlinya’. Jalau tidak, tinggal tunggu kehancuran saja.

“Dengan banyaknya internal yang daftar itu bagus. PDAM jangan sampai tadinya perusahaan terbaik menjadi rusak karena proses pemilihan direksi. Serahkan kepada ahlinya dan kalangan internal lebih tepat,” tandas SB, sapaan karibnya.

Terpisah, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Bogor, Dodi Setiawan berpendapat jika Wali Kota Bogor harus bisa mengakomodir pendaftar dari internal. Sebab harus mempertimbangkan karir dari internal agar Tirta Pakuan tetap terjaga sebagai perusahaan baik serta berprestasi.

Baca Juga  Pejabat Kena Covid-19, Kompleks Balai Kota Bogor Disterilisasi

“Para calon internal harus diutamakan karena jenjang karir bagi mereka. Lebih baik direksi PDAM itu dipimpin oleh kalangan internal. Wali kota harus mengutamakan internal untuk mempertahankan dan memajukan perusahaan tersebut,” tutupnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.