BNN Lido Terisi 36 Persen, Hotel Khusus OTG di Kota Bogor Belum Perlu

by -

METROPOLITAN.id – Rencana penggunaan hotel untuk pasien Covid-19 berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kota Bogor nampaknya belum akan terwujud dalam waktu dekat. Sebab, tingkat keterisiian tempat tidur isolasi untuk OTG di fasilitas Badan Narkotika Nasional (BNN) Lido Cigombong, Kabupaten Bogor saja masih dibawah 50 persen.

Hingga Senin (2/11), dari 100 tempat tidur atau bed yang tersedia, baru terisi sekitar 36 bed atau 36 persen dari kapasitas tempat tidur yang tersedia.

“Secara umum sampai kemarin (2/11), dari 404 tempat tidur yang tersedia di 21 Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19, sudah terisi 299 tempat tidur atau sekitar 56,7 persen,” kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim kepada Metropolitan.id, Selasa (3/11).

Dari 229 kasus Covid-19 yang ditangani RS, sambung dia, terdiri dari 119 orang warga Kota Bogor atau setara 52 persen, lalu 91 orang warga Kabupaten Bogor atau setara 39,7 persen dan pasien dari kota lain berjumlah 19 orang atau setara 8,3 persen.

Baca Juga  Tren Kasus Naik Turun, Bima Arya Waspadai Lonjakan Kasus Covid Dua Minggu Selepas Lebaran

“Nah khusus untuk yang diisolasi di BNN Lido, dari 100 kapasitas tempat tidur, sudah terisi 36 persen atau 36 pasien,” ujarnya.

Masih cukup banyaknya ketersediaan bed untuk OTG di BNN Lido pun membuat rencana Kota Bogor menggunakan hotel sebagai tempat isolasi OTG tidak akan terealisasi dalam waktu dekat.

Dedie pun menyebut rencana penggunaan hotel itu sebagai kebijakan kontigensi saja. Artinya, masih akan melihat situasi kedepan.

“Memang masih dibawah 50 persen dan memakai hotel (sebagai pusat isolasi OTG) itu sifatnya kontigensi saja. Kontigensi maksudnya, melihat kedaruratan situasi kedepan. Bila perlu, baru dipakai,” tegas mantan petinggi KPK itu.

Tingkat kedaruratan situasi kedepannya pun, kata dia, tergantung dari ketersediaan tempat tidur yang ada. Jika sudah mendekati batas kapasitas, baru akan diajukan. Termasuk pengajuan anggaran kegiatannya ke pemerintah pusat.

Baca Juga  Amunisi Tambahan Untuk Lawan Bhayangkara

“Tetap dipersiapkan? Ya bila diperlukan akan diajukan (ke pemerintah pusat). Prinsipnya siap bila benar-benar diperlukan. Yang jelas itu (akan diajukan) bila mendekati batas kapasitas ketersediaan bed-nya saja,” tukas Dedie. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *