Eks Gedung DPRD Bogor Batal Jadi Pusat Perpustakaan Daerah

by -

METROPOLITAN.id – Gedung eks kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, awalnya bakal diproyeksikan menjadi pusat perpustakaan daerah yang modern.

Namun keinginan warga Bogor punya perpustakaan daerah rupanya mesti batal, lantaran gedung yang berada di kompleks Balai Kota Bogor itu justru akan dijadikan kantor Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo) Kota Bogor.

Tak hanya itu, bagian ruang yang dulunya dijadikan sebagai ruang rapat paripurna, akan dijadikan sebagai tempat pagelaean pentas kesenian.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan, rencana itu salah satunya karena gedung Kemuning Gading yang saat ini dijadikan sebagai tempat pertunjukan kesenian, sudah dianggap tidak representatif.

“Karena kondisi Covid-19 seperti ini, kita lagi berfikir untuk pemanfaatan aset untuk kantor Diskominfo, termasuk juga kita ingin memanfaatkan ruang sidang, bekas ruang sidang DPRD itu bisa dimanfaatkan untuk kegiatan kesenian misalnya,” kata Dedie saat melakukan inspeksi dadakan (sidak) ke eks gedung DPRD Kota Bogor, Senin (23/11).

Baca Juga  Sekda Jabar Lepas 277 Siswa SMPN I Kota Bogor

Kebijakaan ini diambil oleh Dedie juga karena wacana dijadikannya eks gedung dewan sebagai perpustakaan daerah batal dilaksanakan. Mengingat anggaran yang terdampak refocusing pandemi Covid-19 dan masih bisa terpakainya perpustakaan daerah di GOR Padjajaran.

“Untuk sementara kita msh punya di GOR Padjajaran. Kemudian juga kita masih punya kantor perpustakaan di Dinas Arsip. Jadi masih representatif lah,” ungkapnya.

Rencana ini pun memupuskan harapan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bogor membangun perpustakaan daerah berbasis digital dan ruangan arsip daerah tahun depan.

Padahal, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Agung Prihanto sempat menyebut rencananya, perpustakaan daerah Kota Bogor akan menggunakan gedung eks DPRD Kota Bogor yang berada di kompleks Balaikota Bogor.

Baca Juga  Kejam! Istri Emosi, Kepruk Suami pakai Palu

Anggaran yang digunakan untuk menyulap gedung eks DPRD agar bisa menjadi perpustakaan daerah sebesar Rp14,5 miliar.

“Kalau memungkinkan akan dilaksanakan tahun depan dan gedung eks DPRD adalah lokasi yang akan dijadikan perpustakaan daerah,” kata Agung.

Nantinya, didalam perpustakaan daerah itu akan diisi dengan 16.000 buku koleksi dinas kearsipan dan perpustakaan.

Selain itu, rencananya perpustakaan yang akan mengusung tema digitalisasi ini juga akan memiliki tempat bermain edukasi dan galeri Kota Bogor masa lampau.

“Fungsinya perpustakaan itu kan konotasi nya hanya membaca buku, tapi nanti akan tempat bermain, galeri bogor dan kita punya foto-foto lama yang ada di arsip itu nanti akan kita keluarkan semua,” ungkap Agung.

Baca Juga  Gerindra Jagokan Jokowi

Saat ini, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan juga masih melakukan pencarian atas arsip-arsip dan foto-foto sejarah Kota Bogor untuk menambah koleksi.

Agung mengungkapkan jika ada masyarakat yang merasa memiliki arsip atau foto bersejarah bisa menghubungi dinas arsip dan perpustakaan agar bisa dipajang nantinya di perpustakaan daerah Kota Bogor. (dil/b/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *