Eks Gedung DPRD Bogor Tetap Jadi Perpustakaan Daerah, Nilai Proyeknya Capai Rp14 M

by -
Wali Kota Bogor Bima Arya saat meninjau gedung eks kantor DPRD Kota Bogor. (Foto : Ryan/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Setelah sempat tertunda, rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk menyulap gedung eks kantor DPRD Kota Bogor di lingkungan Balai Kota Bogor menjadi Perpustakaan Daerah kembali digarap.

Sempat batal terealisasi tahun ini karena terdampak refocusing anggaran Covid-19, Pemkot Bogor memastikan proyek membangun Perpustakaan Daerah akan kembali muncul pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2021.

Hal itu terkuak saat Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Bogor Agung Prihatno meninjau gedung yang ditinggalkan empunya sejak 2019 silam itu, Selasa (24/11) siang.

Bima Arya tidak sendiri. Ia juga didampingi beberapa pejabat terkait, mulai dari Sekretaris Daerah Kota Bogor Syarifah Sofiah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Atep Budiman, Kepala Satpol PP Agustian Syah, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Rudiyana dan Kepala Bagian Umum Setda Kota Bogor Yadi Cahyadi.

Tiap sudut mulai dari lantai dasar, eks ruang rapat paripurna, ruang fraksi hingga lantai tiga, terlihat bangunan masih layak digunakan. Bima pun memastikan gedung eks kantor DPRD itu akan tetap diproyeksikan menjadi Perpustakaan Daerah.

Baca Juga  Bibin Rubini Nakhodai Unpak Bogor Lagi

“Ini tetap sesuai dengan rencana yaitu membangun gedung Perpustakaan Daerah. Tahun depan mudah-mudahan disepakati bersama oleh DPRD, untuk memulai gedung perpustakaan,” katanya kepada Metropolitan.id usai peninjauan, Selasa (24/11).

Selain itu, kata dia, alokasi anggaran yang disediakan untuk membangun Perpustakaan Daerah yang representatif masih sekitar Rp14-15 miliar.

“Nilai masih sekitar segitu seperti sebelumnya, ya Rp14 miliar atau Rp15 miliar lah,” ungkapnya.

Politisi PAN itu pun menjelaskan, Perpustakaan Daerah itu nantinya selain terdapat buku-buku yang bisa dibaca oleh warga Bogor, bisa juga digunakan untuk kegiatan-kegiatan komunitas dan membangun Command Center, yang selama ini belum dimiliki oleh Kota Bogor.

“Jadi nanti untuk memonitor kota bisa dari situ, ada satu ruangan disitu. Semua CCTV kota pusatnya di situ, karena selama ini belum ada. Jadi selain gedung perpustakaan arahnya ada command center dan juga ada kafetaria,” paparnya.

Baca Juga  Ini 5 Pelatih Top Ini di Ambang Pemecatan

Meski begitu, pihaknya mengaku tidak akan melakukan perubahan pada struktur bangunan yang sudah ada. Pekerjaan hanya sedikit renovasi dan polesan saja tanpa merubah bangunan eksisting.

“Sedangkan untuk bekas ruang paripurna akan dijadikan ruang mini teater. Jadi kala ada tamu-tamu datang, bisa disuguhi dengan video-video tentang Kota Bogor disitu,” tuntas Bima. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *