Hampir Setahun PJJ, 400 Ribuan Pelajar Bogor Kena ‘Virus Kesepian’

by -
ILUSTRASI : Pelajar Bogor saat melakukan pembelajaran jarak jauh, beberapa waktu lalu. (Foto:Fadil/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Delapan bulan sudah pelajar dipaksa untuk melakukan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena pandemi Covid-19.

Ternyata tidak hanya virus corona saja yang ‘menyerang’ para pelajar. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Mental Health Foundation dua pekan awal pandemi, diketahui satu dari empat pelajar terpapar ‘Virus Kesepian’ atau Loneliness Epidemic.

Doktor Ilmu Psikologi asal Universitas IPB, Melly Latifah mengatakan bahwa merebaknya ‘Virus Kesepian’ ini karena adanya pembatasan interaksi sosial. Hal itu tentu saja bertolak belakang dengan sifat manusia yang selalu ingin melakukan interaksi sosial.

“Terlebih di masa remaja yang sedang dalam masa senang-senangnya berteman,” kata Melly kepada Metropolitan.id, Senin (23/11).

Jika mengeneralisir riset yang dilakukan oleh Mental Health Foundation terhadap 162. 493 pelajar di Kota Bogor, maka sekitar 40 ribuan pelajar di Kota Bogor mengalami gejala stress dan jenuh yang mendalam karena pandemi Covid-19. Jika dibuat perbandingkan, artinya satu dari empat pelajar di Kota Bogor terkena ‘Virus Kesepian’.

Baca Juga  Dadang Sampaikan Niat Maju Di Pilwalkot 2018

Lebih lanjut, Melly menjelaskan jika ‘Virus Kesepian’ dibiarkan maka bisa menjadi penyakit mental yang cukup serius karena menyerang psikis para pelajar. Untuk menanggulangi ini, peran serta orang tua sangat penting.

Sebab orang tua harus berupaya membangun hubungan dengan anak yang hangat, penuh cinta dan penerimaan. Hal ini akan akan membuat anak menjadi merasa nyaman berada di rumah, meskipun jauh dari teman.

“Mendukung anak mengembangkan minat dan bakatnya yang dapat dilakukan di rumah juga merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menghilangkan rasa kesepian anak,” jelas Melly.

Kabar akan diberlakukannya kembali sistem pembelajaran tatap muka, sambung Melly, juga bisa menjadi jawaban untuk menyudahi ‘Virus Kesepian’ dikalangan pelajar. Namun ia mengingatkan jangan ada euforia berlebih dari pelajar dan itu harus diatasi oleh para orang tua.

Baca Juga  Dewan Minta Disdik Sisir Peredaran Buku Cerita Porno

“Semua pihak harus tetap waspada dengan kondisi pandemi Covid-19 yang mungkin belum benar-benar hilang dari muka bumi ini. Perilaku normal baru perlu dibiasakan untuk mengantisipasi terpapar virus Covid-19 ketika berinteraksi sosial secara langsung,” terangnya.

Terpisah, Dewan Pendidikan (Wandik) Kota Bogor Deddy Djumiawan menilai, sudah banyak keluhan dari orang tua dan pelajar terkair kapan akan dimulainya kembali sekolah tatap muka, baik di media sosial ataupun secara langsung.

Untuk itu dengan adanya surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang memperbolehkan sekolah dibuka kembali awal tahun nanti, diharapkan bisa menjadi jawaban dari keluhan-keluhan tersebut.

“Memang banyak orang tua dan pelajar yang mulai mengeluh karena jenuh ya. Beberapa tenaga pendidik pun begitu,” ungkapnya.

Untuk memastikan diberlakukannya protokol kesehatan di sekolah, Deddy pun mendorong Dinas Pendidikan Kota Bogor untuk menyebar kuisioner yang berisikan kelengkapan protokol kesehatan di sekolah.

Baca Juga  Baehaki Minta Kampanye Pilkades Kondusif

Jika nanti ada sekolah yang tidak memiliki kelengkapan protokol kesehatan. Maka Pemkot Bogor wajib membantu sekolah tersebut.

“Jumlah SD dan SMP kan banyak ya di Kota Bogor. Karena waktu sudah mepet, kalau kita mau tinjau satu-satu pasti tidak cukup. Tapi kan kita tidak mungkin lepas tangan, jadi kita akan meminta disdik untuk menyebar kuesioner untuk melaporkan kondisi terkini dan kesiapan mereka,” tegasnya.

Selain itu, Deddy juga mendorong agar satgas pelajar, Satpol-PP dan aparat terkait untuk turut serta dalam pengawasan pasca proses pembelajaran. Hal itu agar para pelajar yang sudah selesai belajar bisa langsung pulang.

“Jadi semua harus dipantau. Jangan ada yang nongkrong-nongkrong apalagi tawuran,” pungkasnya. (dil/c/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *