Kejar Sandal, Bocah Jadi Tumbal

by -

Sungguh malang nasib MF, bocah asal Kampung Cikalang, Desa Pasirmuncang, Kecamatan Cijeruk. Bocah sembilan tahun itu tewas dengan tragis setelah terseret Sungai Cikalang, kemarin sore. Sebelum ditemukan tewas, korban sempat mengejar sandalnya yang hanyut di selokan.

INFORMASI yang dihimpun Metropolitan, kejadian itu bermula saat MF bersama empat rekannya bermain di pinggir selokan dekat kedia­mannya, sekitar pukul 15:00 WIB. Tiba-tiba sandal yang ia kenakan terlepas dan hanyut di selokan yang terhubung ke Sungai Cikalang.

Nahas, anak kedua dari tiga bersaudara itu terpeleset hingga tercebur ke Sungai Ci­kalang saat mengejar sandal­nya. Kondisi air yang kala itu sedang deras lantaran hujan, seketika menghanyutkan tubuh MF.

”Awalnya mereka sedang duduk di selokan. Jadi sandal­nya itu hanyut di selokan. Karena airnya deras, sandalnya hanyut. Dikejar sama mereka sampai ke sungai,” kata salah satu keluarga korban, Ela.

Ia menyebut keempat rekan MF tak ada yang berani me­nolong lantaran kondisi sung­ai sedang deras. Keempatnya hanya bisa berlari mencari pertolongan warga sekitar.

Baca Juga  Bocah yang Disetrika Ayah Trauma Berat

Mendapati laporan warga, petugas kepolisian dibantu Tim SAR dan unsur pemerin­tah wilayah langsung melaku­kan pencarian pada pukul 15:30 WIB. Lantaran derasnya arus, jasad korban baru ditemukan sejauh dua kilometer dari lo­kasi korban terjatuh.

”Korban ditemukan sekitar pukul 17:30 WIB di Kampung Bunder, Desa Caringin, dengan keadaan sudah tidak bernya­wa,” katanya.

Di sisi lain, isak tangis seke­tika pecah ketika jenazah MF dibawa ke kediamannya. De­rai air mata mengalir tak ter­bendung membasahi pipi sanak saudara yang sudah menanti di rumah duka.

Sesekali Melani, sang ibu, berteriak seraya tak meny­angka akan kepergian putra keduanya. Bagaimana tidak, ia harus merasakan kehilangan buah hatinya untuk kali kedua, setelah anak pertamanya juga meninggal kala masih balita.

”Si ibu pasti sangat terpukul, karena anak pertamanya juga sudah meninggal. Ditambah MF yang sekarang meninggal, pasti sangat kehilangan,” im­buhnya. “Apalagi sebelum pergi bermain, korban sempat dilarang orang tuanya, tapi dia pergi diam-diam. Jadi nggak ketahuan,” sambungnya.

Bahkan, saking terpukulnya, sang ibu menangis sambil berteriak histeris memanggil nama sang anak. ”Sempat pingsan juga, kalau tidak salah. Mungkin saking terpukul ke­hilangan. Namanya juga seo­rang ibu, ya kita juga menger­ti bagaimana rasanya,”ujarnya.

Baca Juga  9 Kali Membegal, Bocah 15 Tahun Diciduk Polisi

Ia menambahkan, korban pun langsung dimakamkan pihak keluarga di pemakaman keluarga di Desa Pasirmuncang, Kecamatan Caringin. ”MF sudah dimakamkan tadi sele­pas Isya,”imbuhnya.

Sementara itu, peristiwa serupa juga terjadi di Desa Sumur Batu, Kecamatan Ba­bakanmadang, kemarin pagi. Tiga anak kecil ditemukan dalam keadaan sudah tak ber­nyawa usai terseret Sungai Cigede. Ketiganya yakni D (10), Z (8) dan K (11).

Menurut informasi, kejadian itu bermula saat ketiganya tengah asyik berenang di ping­gir Sungai Cigede. Namun entah apa penyebabnya, tiba-tiba D terseret sungai yang membuatnya tenggelam.

Sebelum tenggelam, D sem­pat meminta tolong kepada temannya, Z dan K. Keduanya pun coba membantunya, namun nahas mereka malah ikut terseret dan tenggelam.

”Sebelum ketiganya teng­gelam, ada dua anak lagi yang laporan kepada warga sekitar yang sedang ambil batu di sungai, kalau ada tiga teman­nya yang tenggelam,” kata Ketua FK Tagana Kabupaten Bogor, Taufiq, kepada Metro­politan.

Baca Juga  Bejat, Pria 42 Tahun di Bogor Cabuli Bocah hingga Trauma

Saat warga datang ke lokasi, ketiganya sudah ditemukan mengambang di sungai terse­but. Warga kemudian mela­porkan kejadian itu ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan bhabinkamtibmas yang sedang patroli di sekitar lokasi, dan mengevakuasi ke­tiga korban.

“Pas warga datang, tiga orang itu sudah mengambang dengan keadaan meninggal. Saat ini ketiganya sudah dikembalikan kepada pihak keluarga,”ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kapolsek Babakanmadang Kompol Sil­fia membenarkan adanya kejadian tersebut. Korban diduga hanyut lantaran kurang mahir berenang. Pihak kepo­lisian langsung melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi atas kejadian tersebut.

”Para saksi sudah kami la­kukan pemeriksaan, dan pihak orang tua menolak dilakukan autopsi. Sehingga kami dan pihak keluarga turut mem­bantu prosesi pemakamannya,” katanya.

Atas kejadian ini, Silfia meng­ingatkan masyarakat, terutama para orang tua, untuk selalu mengawasi putra-putrinya. Terlebih saat mereka berakti­vitas di bantaran dan aliran sungai.

”Bagi para orang tua, kami imbau untuk lebih mening­katkan pengawasannya ke­pada anak-anak agar tidak bermain di sekitar aliran sungai,” tandasnya. (ogi/d/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.