Kembangkan Produk Permainan Kwartet Edukatif

by -

PENGABDIAN masyarakat merupakan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, disamping dharma pendidikan dan pengajaran serta dharma penelitian. Namun demikian, pandemi Covid-19 sangat mem­pengaruhi seluruh aktivitas masyarakat termasuk dalam hal ini kegiatan pengabdian masyarakat. Tim pengabdian masyarakat dari Departemen Geografi, FMIPA Universitas Indonesia pada Minggu (15/11/2020) bersama 6 ang­gota Kelompok Kerja Sadar Wisata (Pokdarwis) berkola­borasi mengembangan produk permainan edukatif di Joglo Nusantara, Setu Pengasinan Kota Depok dengan tetap men­jalankan protocol kesehatan.

Kegiatan pengabdian ini ber­tujuan meningkatkan kemam­puan anggota pokdarwis da­lamupaya menjaga kelestarian lingkungan setu melalui pem­buatan produk permainan. Produk permainan yang di­kembangkan berupa kwartet edukatif yang menggambarkan kondisi lingkungan setu, meli­puti kondisi fisik, sosial, budaya, ekonomi dan potensi peng­embangan wisata. Tim peng­abdi bertugas menyiapkan rancangan permainan.

Adapun anggota pokdarwis terlibat dalam upaya membe­rikan data dan saran terkait konten/isi kwartet.

Dengan kondisi pandemi, beberapa hal terkait kegiatan dilakukan dengan penyesu­aian. Seperti koordinasi per­siapan kegiatan antara tim pengabdi dengan anggota pokdarwis dilakukan secara daring (dalam jaringan).

Demikian juga jumlah pe­serta kegiatan dilakukan pen­gurangan untuk menghindari ada kegiatan berkumpul ba­nyak orang. Saat melakukan simulasi permainan, selain di lakukan di ruang terbuka juga dibuat berkelompok sehingga tidak membentuk kerumunan.

Meskipun dengan penyesu­aian dikala pendemi, secara keseluruhan kegiatan pengab­dian berjalan dengan lancer sesuai dengan target yang di­rencanakan.

Dr. Dewi Susiloningtyas dalam sambutan pembukanya me­nyebutkan bahwa “setelah tahun lalu bersama remaja di lingkungan Setu Pengasinan membuat produk permainan ruang berupa monopoli setu, tahun ini kita kembangkan produk permainan kwartet. Diharapkan dengan produk ini upaya edukasi pokdarwis mengenai kelestarian setu pada masyarakat setempat maupun pengunjung Setu Pengasinan dapat dilakukan melalui cara yang lebih mudah diterima, yaitu permainan”.

Tim pengabdi juga berharap nantinya produk ini dapat diadopsi untuk dibuat pada lingkungan setu lain­nya di Kota Depok. Mengingat Kota De­pok dengan banya­knya jumlah setu yang dimiliki sudah seha­rusnya terus dijaga kelestariannya oleh berbagai pihak agar fungsi lindung dari setu tetap berlanjut. (Oleh Ratri Candra Restuti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *