Kepsek di Bogor Bagi-Bagi Duit Korupsi Dana BOS Rp9,8 M

by -

METROPOLITAN.id – Sebanyak tujuh orang terdakwa korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2017-2019, digelar di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Bandung, kemarin (18/11).

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rade Nainggolan, mengungkapkan dalam persidangan tersebut pihaknya membawa 30 lembar berkas dakwaan untuk masing-masing terdakwa.

Terdakwa yang terdiri dari, H Gunarto (mantan Kepala SD Ciluar II Kecamatan Bogor Utara), H Basor (PNS guru), ‎Dedi (kepala SD Negeri Gunung Batu I), M Wahyu (Kepala SDN Panaragan I), Subadri (Kepala SDN Bondongan) dan Dede M Ilyas (kepala SDN Bangka III), serta dari pihak swasta, JR Risnanto. Para terdakwa hanya bisa tertunduk saat duduk berjejer di depan majelis hakim saat Rade membacakan dakwaan.

Rade mengungkapkan bahwa kasus itu bermula saat 211 SD di Kota Bogor menerima dana BOS pada 2017 senilai Rp69 miliar, lalu pada 2018 sebesar Rp70 miliar dan pada 2019 sebesar Rp67 miliar lebih.

Baca Juga  Innalillahi, PNS di Bogor Meninggal Lagi usai Terpapar Covid-19

Sebagian dana BOS tersebut digunakan untuk pengadaan naskah soal ujian. Awalnya, terdakwa JR Risnanto meminta untuk jadi rekanan Penyedia Jasa penggandaan naskah soal ujian sekolah dasar se-Kota Bogor tahun anggaran 2017 senilai Rp22 miliar lebih.

“Disitu mulai terlihat ada penyelewengan anggaran yang seharusnya digunakan untuk keperluan siswa,” katanya saat ditemui Metropolitan.id, di Kantor Kejari Kota Bogor, Kamis (19/11).

Saat itu, sambung dia, saksi Taufan Hermawan (almarhum), selaku Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kota Bogor 2017-2020, menyampaikan pada terdakwa JR Risnanto bahwa dari harga yang nantinya akan dimuat dalam kontrak kerjasama, tidak seluruhnya dibayarkan kepada JR Risnanto. Tetapi akan ada potongan dengan alasan untuk operasional sekolah.

Semenara JPU Heri Joko menjelaskan, pengadaan soal ujian ini dikoordinir oleh ‎Taufan Hermawan bersama-sama K3S tiap kecamatan. Yakni soal ujian UTS semester genap, UKK semester genap, try out I-III di semester genap.

Baca Juga  Sahaja Pamijahan Siap Kawal Jaro Ade

Lalu, ujian sekolah semester genap, UTS semester ganjil dan UAS semester ganjil selama 2017, 2018 dan 2019 untuk sebagian besar SD Negeri di Kota Bogor, menghabiskan biaya Rp22 miliar lebih bersumber dari APBN 2017, 2018 dan 2019.

“Akan tetapi, jumlah tersebut tidak seluruhnya dibayarkan kepada penyedia yakni JR Risnanto, melainkan hanya Rp 12 miliar lebih. Dengan demikian terdapat selisih sebesar Rp 9,8 miliar lebih,” ujar Joko

Ia melanjutkan, nilai selisih dari Rp 9,8 miliar itu kemudian dibagi-bagi kepada sejumlah pihak setelah disepakati oleh Taufan Hermawan bersama para terdakwa H Gunarto, Basor, Dedi S, M Wahyu, Subadri dan Dede M Ilyas.

Dengan rincian tahun anggaran 2017-2019, yakni Taufik Hermawan menerima dan bertanggung jawab atas dana Rp 2,5 miliar lebih, Gunarto‎ sebesar Rp 399 juta lebih, H Basor sebesar Rp 236 juta lebih, Dedi S sebesar Rp 349 juta lebih, M Wahyu sebesar Rp 255 juta lebih.

Baca Juga  Yuk, Servis Mobil...

“Kemudian Subadri Rp 389 juta lebih, Dede M Ilyas Rp 349 juta lebih dan seluruh kepala sekolah yang turut mengikuti pengadaan soal yang dikoordinir pengurus K3S Kota Bogor menerima dana Rp 4 miliar lebih,” tuturnya.

Sebelumnya, Kasi Intel Kejari Kota Bogor, Cakra Yudha mengungkapkan bahwa dalam menangani kasus tersebut, Kejari Kota Bogor menggandeng audit Inspektorat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Dari anggaran Rp 22 miliar lebih untuk pengadaan naskah soal selama 2017-2019 dikurangi penghitungan nilai wajar sebesar Rp 4,9 miliar lebih, diketahui nilai kerugian negara

Dari hasil audit Inspektorat Jenderal Kemendikbud menentukan, dalam kasus tersebut mengalami kerugian negara sebesar Rp 17,1 miliar lebih.

“Perbuatan para terdakwa didakwa Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” tandasnya.

Saat ini, ketujuh orang terdakwa tengah mendekam di Lapas Kebun Waru, sambil menunggu agenda persidangan selanjutnya. (dil/b/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.