Minim Anggaran, Proyek Jalan R3 Bogor Batal Dilanjut 2021

by -
MANGKRAK : Sempat direncanakan bakal dilanjut tahun depan, proyek Jalan R3 tak dianggarkan di 2021. (foto;Hendi/Radar Bogor)

METROPOLITAN.id – Meningkatnya kepadatan kendaraan di jalan-jalan, rupanya tidak sejalan dengan penambahan ruas jalan di Kota Bogor. Terakhir kali Kota Bogor menambah jumlah ruas jalan, yakni medio 2015, saat membangun Jalan Regional Ring Road (R3) hingga Katulampa.

Sejatinya, pembangunan Jalan R3 masih harus berlanjut mulai dari Katulampa hingga Wangun-Tajur, namun sampai saat ini belum terealisasi dan belum jelas kapan kembali dilanjut. Sempat digadang-gadang bakal berlanjut pada tahun 2021, nyatanya keinginan itu mesti kandas karena minimnya alokasi anggaran pembangunan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun depan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Chusnul Rozaqi mengatakan bahwa ada kendala dalam menyelesaikan pembangunan ruas Jalan R3, yakni persoalan pembebasan lahan. Namun, ia mengaku hal itu tidak mungkin dilakukan saat ini karena keterbatasan alokasi anggaran di Dinas PUPR.

“Belum ada progres kelanjutan lagi untuk Jalan R3, proses pembebasan lahannya belum. Untuk tahun depan saja belum ada ya. Jadi belum ada kelanjutan untuk pembangunannya,” katanya.

Baca Juga  Ikuti Intruksi Bupati, Camat Megamendung Bagi-bagi Takjil Gratis

Ia menjelaskan, pembebasan lahan yang belum dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai perencanaan yakni sepanjang 2,1 kilometer.

Terakhir, kata dia, yang dibebaskan hanya 400 meter persegi. Itu pun baru di sekitar Perumahan Mutiara Bogor Raya (MBR) sampai Katulampa.

Sedangkan lahan dari Katulampa sampai ke Wangun, Jalan Raya Tajur, yang harusnya sepanjang kurang lebih 1,7 kilometer, masih belum bisa dibebaskan.

Sebab ditengarai membutuhkan biaya yang cukup fantastis, yakni kurang lebih antara Rp160 hingga 170 miliar.

“Anggarannya belum ada untuk pembebasan lahan lanjutan Jalan R3 itu, karena kita diberikan anggaran itu tidak terlalu besar. Untuk tahun anggaran 2021, alokasi kita paling sebanyak Rp200 miliar. Jumlah itu jauh menurun kalau dibandingkan saat 2016, dimana anggaran kita bisa sampai Rp300 miliar,” papar Chusnul.

Baca Juga  Enam Jam Hanyut di Sungai Cisadane, Seorang Remaja Tewas di Bendung Empang Bogor

Chusnul juga memberikan penjelasan terkait pembangunan jalan tembus dari KM 24,5 tol Jagorawi ke Jalan R3 Katulampa. Saat ini sedang dilaksanakan proses pembangunan jalan tembus, setelah proses pembebasan lahan milik warga terselesaikan. Namun demikian, sejumlah utilitas masih menghambat dan belum dipindahkan, seperti utilitas PLN ataupun PDAM.

“Pembangunan jalan tembus itu sudah dilakukan oleh pihak pengembang. Targetnya akhir tahun sudah bisa selesai,” tuntasnya.

Megaproyek pembangunan ruas Jalan R3 sendiri merupakan program prioritas Pemkot Bogor dalam mengatasi kemacetan. Dimulai sejak era Wali Kota Diani Budiarto. Pembangunan  jalan ini sudah direncanakan sejak 2010 dan awalnya diproyeksikan rampung medio 2014. Namun kelanjutan seksi III ini terkendala pembebasan lahan.

Baca Juga  Pembongkaran Kampung di Puncak Bogor Kembali Dilanjut

Ruas jalan R3 memiliki panjang 10,4 kilometer, yang terbagi dalam tiga seksi. Yakni seksi I dari Jalan Adnawijaya menuju Villa Duta sepanjang 4,7 kilometer. lalu Seksi II dari Vila Duta menuju Parungbanteng sepanjang 2,4 kilometer dan seksi III dari Parungbanteng menuju Jalan Raya Tajur-Wangun. (dil/c/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *