Pemkot Bogor Belum Cabut Laporan Buntut HRS di RS Ummi, Bima Arya : Itu Ranah Polisi

by -

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Satgas Covid-19 rupanya hingga kini belum mencabut laporan polisi kepada RS Ummi terkait penanganan Habib Rizieq Shihab (HRS) yang berujung polemik.

Wali Kota Bogor Bima Arya menegaskan, pertemuan Minggu (29/11) lalu dengan direksi RS Ummi lebih kepada pemkot yang meminta klarifikasi kepada RS dalam beberapa hal. Sedangkan untuk laporan ke Polresta Bogor Kota, ia mengaku hal itu menjadi ranah pihak kepolisian.

“Itukan ranah kepolisian, yang tidak terkait dengan yang sekarang kita fokuskan itu. Itu (pemanggilan pihak terkait, red) ranah kepolisian,” katanya saat ditemui Metropolitan.id di DPRD Kota Bogor, Senin (30/11)

Ia pun menjabarkan, ada beberapa kesepakatan antara pemkot dengan RS Ummi. Pertama, RS Ummi akan memperbaiki sistem koordinasi dan komunikasi di internal. Sebab, sambung dia, kelemahan itulah yang mengakibatkan berbagai persoalan tersebut.

Kedua, kata Bima, RS Ummi siap untuk secara rutin berkomunikasi melakukan laporan, memberikan pelaporan dan koordinasi dengan Pemkot Bogor terkait penanganan Covid-19 di Kota Bogor. Sesuai mandat Undang-Undang.

Baca Juga  Kebocoran Pipa, Pabrik Gelas Ludes Dilalap Api

“Tadi pagi (30/11) kami menyurati direksi RS Ummi untuk meminta klarifikaisn terkait hal-hal yang perlu didapatkan data-datanya. Pertama mengenai SOP, alur penanganan pasien dalam masa pandemi. Jadi harus ada SOP-nya. Kemarin ini yang belum kami dapatkan,” tukasnya.

Selain itu, kata Bima, SOP tentang skrining Covid-19 dan penanganan dari SOP kewenangan dokter penanggungjawab pelayanan pasien. Pihaknya ingin tahu alurnya dan memastikan protokol kesehatan berjalan baik.

“Artinya itu, yang kami sedang minta proses karifikasiknya. Jadi proses klarifikasi ini masih berjalan lah di RS Ummi ini,” tuntasnya. (dil/c/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *