Pemkot Bogor Diminta Tambah Anggaran Bangun Jalan Baru

by -
MANGKRAK : Sempat direncanakan bakal dilanjut tahun depan, proyek Jalan R3 tak dianggarkan di 2021. (foto;Hendi/Radar Bogor)

METROPOLITAN.id – Fakta bahwa Kota Bogor tidak lagi menambah ruas jalan sejak 2015 silam, ternyata tidak mengejutkan bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Sebab, menurut Ketua Fraksi PKS, Karnain Asyhar, anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kota Bogor, belum terfokus pada pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), yang menjadi salah satu dinas untuk menopang pembangunan Kota Bogor, masih sangat kecil pos anggarannya.

“Kalau kami lihat dari draft RAPBD 2021, anggaran untuk PUPR itu hanya Rp200,5 miliar saja. Ini sangat kecil dan menjadi catatan kami,” kata Karnain kepada Metropolitan.id, Minggu (15/11).

Masih adanya waktu bagi Pemkot Bogor untuk merestrukturisasi kembali anggaran, sebelum disahkan pada akhir November mendatang. Karnain, mengaku memiliki beberapa catatan agar ada alokasi anggaran prioritas.

Baca Juga  Mau Disanksi, Lurah Babakan Santai

Diantaranya untuk penanganan banjir di beberapa wilayah Kota Bogor, seperti di Kecamatan Tanahsareal dan Bogor Utara.

Lalu pembangunan dan normalisasi drainase jalan, penyelenggaraan jalan, dan kelanjutan pembangunan masjid agung Bogor, serta penataan alun-alun eks taman topi.

“Untuk penyelenggaraan jalan, kami meminta adanya dukungan anggaran untuk pembangunan fly over simpang kereta api sebidang di Kebonpedes dan penambahan ruas jalan di Kota Bogor,” jelas Karnain.

Sekadar diketahui, panjang ruas jalan di Kota Bogor ini ada 719,385 kilometer, dengan rincian kondisi jalan yang masih baik sepanjang 587,701 kilometer, kondisi jalan rusak ringan 131,584 kilometer dan rusak berat 0,1 kilometer.

Peningkatan kepadatan kendaraan rupanya tidak sejalan dengan penambahan ruas jalan di Kota Bogor. Terakhir kali Kota Bogor menambah jumlah ruas jalan, yakni medio 2015, saat membangun Jalan Regional Ring Road (R3) hingga Katulampa.

Baca Juga  Cegah Massa Demo ke Jakarta Saat Pelantikan Presiden, Polres Bogor Gelar Festival Milenial

Sejatinya, pembangunan Jalan R3 masih harus berlanjut mulai dari Katulampa hingga Wangun-Tajur, namun sampai saat ini belum terealisasi dan belum jelas kapan kembali dilanjut. Sempat digadang-gadang bakal berlanjut pada tahun 2021, nyatanya keinginan itu mesti kandas karena minimnya alokasi anggaran pembangunan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun depan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Chusnul Rozaqi mengatakan bahwa ada kendala dalam menyelesaikan pembangunan ruas Jalan R3, yakni persoalan pembebasan lahan. Namun, ia mengaku hal itu tidak mungkin dilakukan saat ini karena keterbatasan alokasi anggaran di Dinas PUPR.

“Belum ada progres kelanjutan lagi untuk Jalan R3, proses pembebasan lahannya belum. Untuk tahun depan saja belum ada ya. Jadi belum ada kelanjutan untuk pembangunannya,” katanya.

Baca Juga  Ini yang Akan Dilakukan Keluarga Julia Perez Jika Nikita Mirzani Menjenguk

Ia menjelaskan, pembebasan lahan yang belum dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai perencanaan yakni sepanjang 2,1 kilometer.

Terakhir, kata dia, yang dibebaskan hanya 400 meter persegi. Itu pun baru di sekitar Perumahan Mutiara Bogor Raya (MBR) sampai Katulampa.

Sedangkan lahan dari Katulampa sampai ke Wangun, Jalan Raya Tajur, yang harusnya sepanjang kurang lebih 1,7 kilometer, masih belum bisa dibebaskan.

Sebab ditengarai membutuhkan biaya yang cukup fantastis, yakni kurang lebih antara Rp160 hingga 170 miliar.

“Anggarannya belum ada untuk pembebasan lahan lanjutan Jalan R3 itu, karena kita diberikan anggaran itu tidak terlalu besar. Untuk tahun anggaran 2021, alokasi kita paling sebanyak Rp200 miliar. Jumlah itu jauh menurun kalau dibandingkan saat 2016, dimana anggaran kita bisa sampai Rp300 miliar,” papar Chusnul. (dil/b/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *