Pemkot Bogor Sempat akan Cabut Laporan, Eh nggak Jadi..

by -

METROPOLITAN.id – Meskipun sudah mengadakan pertemuan, proses pemeriksaan terhadap saksi-saksi atas laporan yang dilayangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terhadap RS Ummi di Mako Polresta Bogor Kota, rupanya terus berjalan.

Sempat ada angin segar pemkot bakal mencabut laporan, Ketua Bidang Penegakan Hukum dan Kedisiplinan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Agustian Syah justru mengatakan bahwa berdasarkan hasil koordinasi, kasus ini akan tetap berjalan.

“Itu kan masih pertimbangan, di satgas kan pak wali kota bicara sebagai ketua, ada pak kapolres sebagai wakil dan pak dandim sebagai wakil juga, sudah berkoordinasi kita akan lanjutkan,” katanya kepada wartawan di Mapolresta Bogor Kota, Senin (30/11).

Baca Juga  MSJ Bongkar Sisa Tiang Penyangga Tol BORR yang Ambruk

Ia pun mendatangi Mapolresta Bogor Kota dalam bentuk memenuhi panggilan dari kepolisian kaitan laporan Satgas Covid-19, yang ditujukan kepada RS Ummi.

“Kami dari Satgas Covid-19 Kota Bogor memenuhi panggilan dari Polresta Bogor Kota, terkait laporan kami. Kita persiapkan bahan-bahan yang kemarin sudah kita kumpulkan, fokus kepada penanganan kemarin saja,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan Metropolitan.id hingga pukul 19:30 WIB, proses pemeriksaan masih terus berjalan. Adapun saksi yang dipanggil oleh bagian Reskrim Polresta Bogor Kota adalah empat orang perwakilan dari MER-C dan empat orang dari perwakilan RS Ummi.

Hingga berita ini diturunkan, Direktur Umum RS Ummi Najamudin belum merespon pesan singkat yang dilayangkan pewarta. Namun ia sempat menyebut bahwa RS Ummi masih berharap pemkot bisa mencabut laporan polisi, mengacu pada komunikasi saat konfrensi pers, Minggu (29/11). Selain menyampaikan permintaan maaf lantaran ada miskomunikasi terkait penanganan HRS

Baca Juga  Cuma 12 Pasangan Mesum yang Terciduk Satpol PP Kabupaten Bogor Selama 6 Bulan

“Surat (pemanggilan polisi) sudah saya terima juga. Tapi kami ingin ketika kita duduk disini, udah selesai semuanya (laporan dicabut),” paparnya.

Sebab, akan berbeda cerita dan suasana ketika nanti saat pemeriksaan masih dilanjut dengan agenda pemanggilan di Polresta Bogor Kota.

“Saya belum bisa bersikap, artinya kita masih memegang komitmen untuk cabut laporan. Kalau memang poin yang sudah disepakati kemudian ada A, B, atau C, berarti harus komunikasi terus,” ujar mantan anggota DPRD Kota Bogor itu.

Saat itu, melihat adanya itikad baik dari pihak RS Ummi, Wali Kota Bogor, Bima Arya pun sempat menyatakan bakal mempertimbangkan untuk menghentikan atau mencabut laporan polisi.

Baca Juga  Pelit Serap Anggaran, Wabup Sidak PUPR

“Kami sudah memberikan sanksi administratif berupa teguran. Untuk itu kami tidak akan melanjutkan aduan kepada kepolisian,” ungkap Bima. (dil/c/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *