Pengorbanan Untuk Suami Dibalas Pengkhianatan(4)

by -

Pengorbanan Untuk Suami Dibalas Pengkhianatan(4)

Aku ingat sekali saat aku mengha­diri Job Expo, temanku menaruh berkas di sebuah booth milik peru­sahaan telekomunikasi. Dia ditanya IPK oleh mbak-mbak yang menjaga booth itu, apakah IPKnya di atas 3,3? Sayangnya IPK temanku 3,25. Dia langsung ditolak begitu saja oleh pe­rusahaan itu. Lalu datanglah seseorang yang melamar ke perusahaan itu juga. Mungkin karena dia melihat temanku yang ditolak karena IPKnya kurang dari 3,3 jadi dia bertanya ter­lebih dahulu kepada petugas karena IPK dia tidak memenuhi syarat.

“Mbak, IPK saya 2,75. Apa bisa me­lamar di sini?” katanya sambil me­nyodorkan berkas.

Mbak-mbak penjaga booth mem­buka dan melihat amplop cokelat yang berisi berkas lamaran itu, baru sedi­kit dibuka aku langsung bisa menge­nali ijazah itu, karena suamiku pun memilikinya. Itu adalah ijazah dari kampus ternama.

Tanpa mengobrak-abrik berkas itu, si Mbaknya langsung berkata, “Nggak apa-apa, masukin aja dulu,” katanya.

Aku dan temanku hanya bisa me­longo melihat kejadian itu. “Coba suami kamu mau kita ajak kesini ya,” kata temanku.

Bersambung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *