Polisi Ciduk Diduga Pelaku Pembuang Janin Bayi Hasil Hubungan Gelap di Ciparigi Bogor

by -

METROPOLITAN.id – Kurang lebih 24 jam waktu yang dibutuhkan oleh pihak Polsek Bogor Utara untuk menangkap pelaku pembuangan janin bayi di Perumahan PDK, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, yang sempat menggegerkan masyarakat kemarin (11/11).

Kapolsek Bogor Utara, Kompol Ilot Juanda, menerangkan, pelaku berinisial ES (33) yang merupakan warga Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, berhasil diringkus Kamis (12/11) sekitar pukul 10:00 WIB, Kamis (12/11) di kediamannya.

Pelaku berinisial ES merupakan Asisten Rumah Tangga (ART) yang bekerja di salah satu rumah di perumahan PDK.

Ilot, mengungkapkan, pelaku berhasil teridentifikasinya karena ada bukti rekaman kamera pengawas di Perumahan PDK.

Lebih lanjut, Ilot pun menceritakan dari keterangan pelaku, motif dibuangnya jasad bayi itu karena hasil hubungan gelap antara ES dengan mantan pacarnya, RHT.

“Pengakuan pelaku, janin bayi tersebut hasil dari hubungan gelapnya dengan RHT,” ungkap Ilot.

Menurut pengakuan ES, ia telah berpacaran selama lima bulan dengan RHT, sejak Januari sampai Mei 2020. Selama berpacaran dengan RHT, setiap Minggu, RHT sering menjemput ES di rumah kontrakannya di Ciparigi.

Baca Juga  Kelurahan Loji Jadi Kampung Budidaya Pala

Mereka pun menuju ke rumah RHT di daerah Cijeruk, Kabupaten Bogor. Di rumah RHT itulah mereka melakukan hubungan badan diluar nikah.

“Namun selama lima bulan berpacaran, ES berpisah dengan RHT,” terang Ilot.

Setelah putus dengan RHT, pada Juli ES menyadari bahwa dia telah hamil. Namun ES membiarkan kehamilan tersebut tanpa memberitahukan RHT.

Ilot juga menuturkan dari penangkapan tersebut pihaknya menyita barang bukti berupa pakaian, termasuk kain bekas aborsi dan ES dikenakan Undang-undang Kesehatan nomor 36, pasal 197 dengan ancaman 10 tahun penjara.

“Untuk hukuman kita kenakan Undang-undang kesehatan nomor 36, pasal 197 dengan ancaman 10 tahun penjara,” pungkasnya.

Sebelumnya, bau busuk yang menyengat di sekitaran Perumahan PDK, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, menggegerkan warga sekitar perumahan, Rabu (11/11).

Baca Juga  Akibat Pinisi Tenggelam, Menhub Bikin Sekolah Khusus Nahkoda

Rupanya bau busuk tersebut berasal dari sebuah plastik sampah berwarna hitam, yang berisikan jasad seorang bayi.

Saat dikonfirmasi, Paur Subbag Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Rachmat Gumilar, menerangkan bahwa jasad bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh anak-anak, yang sedang bermain disekitaran Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Rabu (11/11) pukul 14:00 WIB.

Bau busuk yang menyeruak dari plastik hitam yang tergolek dipinggir jalan itu pun mengalihkan perhatian anak-anak tersebut. Ternyata setelah dibuka, berisi jasad bayi.

“Jadi tadi itu ada anak-anak lagi main, mereka nyium bau busuk dari kardus. Pas dilihat isinya ada mayat bayi,” katanya Rahmat.

Warga pun langsung melaporkan penemuan tersebut kepada pihak kepolisian. Tak lama berselang, pihak kepolisian yang datang langsung melakukan olah TKP. Sehingga diketahui bahwa jasad tersebut sebenarnya sudah dibuang sejak Senin (9/11).

Rahmat menceritakan, seorang tukang bakso yang biasa berjualan di sekitaran perumahan, menemukan sebuah kardus yang berisikan plastik hitam tergeletak ditengah jalan. Ia tidak mencurigai kardus tersebut, tukang bakso pun memindahkan kardus ke pinggir jalan.

Baca Juga  Barca Pesta Juara

“Karena itu gak ada yang curiga, ya sudah jadi kayak sampah biasa aja. Tapi ternyata menimbulkan bau dan dicek ditemukan jasad bayi,” ungkap Rahmat.

Hasil olah TKP sementara, mayat tersebut masih berusia 7-8 bulan kandungan dengan kondisi terbungkus plastik dan kardus. Diduga, bayi itu korban aborsi oleh orangtuanya dan sengaja dibuang.

“Masih janin, diduga korban hasil aborsi,” tambahnya.

Jasad bayi tersebut sudah dibawa ke RSUD Kota Bogor. Polisi sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari keberadaan orangtua bayi maupun pihak lain yang terlibat dalam kasus ini.

“Sekarang mayatnya sudah dibawa ke rumah sakit. Kami masih kumpulkan bukti-bukti dan saksi untuk mencari orangtua atau yang terlibat,” tutup Rachmat. (dil/c/ryn)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *