Pusat Minta Disdik-Dishub Sediakan Bus Antar Jemput Siswa Pembelajaran Tatap Muka

by -

METROPOLITAN – Pemerin­tah memutuskan memulai kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Januari 2021 dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Namun di samping sambutan positif, ada juga yang berpikir pembelajaran tatap muka ini berisiko menimbul­kan kasus baru atau klaster Covid-19 di sekolah. Terlebih apabila peserta didik meng­gunakan transportasi umum yang berpotensi tinggi men­transmisikan virus.

Terkait hal tersebut, Kepala Biro Kerja Sama dan Hubung­an Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Evy Mulyani, menyampaikan, untuk opera­sional anak berangkat ke se­kolah atau pulang ke rumah bisa dengan menggunakan jasa layanan antarjemput. Se­bab, dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Men­teri juga dicantumkan kewaji­ban Dinas Pendidikan untuk berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan setempat agar menyediakan sarana transpor­tasi yang aman. “Implemen­tasinya bisa berupa (jasa) antar jemput, bagi yang tidak bisa diantar jemput oleh orang tua wali atau menjadikan seluruh armada transportasi umum di daerahnya mampu menerap­kan protokol kesehatan,” ung­kapnya, Minggu (29/11).

Baca Juga  MUI Rumpin Rutinkan Pengajian Bulanan

Lalu untuk pemenuhan daf­tar periksa, sekolah juga perlu memiliki data terkait siapa warga sekolah yang punya akses transportasi yang aman dan tidak. Hal ini demi men­gurangi potensi anak tertular atau menjadi carrier virus itu sendiri di lingkungan rumah.

Evy juga menuturkan, untuk para murid tidak beraktivitas, dalam hal ini berkerumun di dalam sekolah serta langsung pulang ke rumah jika jam pe­lajaran telah usai. “Dalam SKB juga diminta agar siswa langs­ung pulang ke rumah masing-masing tidak mampir ke tem­pat lain, untuk mencegah kerumunan dan pergerakan orang banyak,” pungkasnya. (jp/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *