Ratusan Buruh Geruduk Rumah Bima Arya Tengah Malam

by -

METROPOLITAN – Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Bogor menggeruduk rumah dinas wali kota Bima Arya Bogor di Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Tengah, kemarin. Aksi ini dilakukan para buruh lan­taran permintaan kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) pada 2021 tidak direalisasi pe­merintah.

Sebelumnya, para buruh ini sempat meng­gelar aksi di kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bogor pada pukul 15:00 WIB. Namun, dari hasil pertemuan yang berlangsung hingga pukul 21:30 WIB, tidak ada kata sepakat atas permintaan buruh tersebut.

Karena geram, para buruh memilih menggeruduk rumah dinas wali kota Bogor untuk menyampaikan aspirasi dan meminta wali kota memba­talkan rekomendasi tidak ada kenaikan upah di Kota Bogor untuk tahun depan.

”Bekasi, Kabupaten Bogor, Depok, Sukabumi, itu bisa me­naikkan berdasarkan wali kota. Kenapa Kota Bogor tidak bisa? Jadi kami menuntut kenaikan upah,” kata Ketua DPC SPN Kota Bogor, Budi Mudrika, di depan rumah dinas wali kota Bogor, kemarin.

Meski mengetahui Kota Bogor juga terdampak karena adanya pandemi Covid-19, Budi kukuh ingin ada kenaikan upah. Be­saran upah yang diajukan pun, menurut Budi, cukup realistis. ”Kami pun mengerti adanya situasi pandemi. Jadi kami me­minta kenaikan disamakan dengan Kabupaten Bogor se­besar 3,27 persen atau men­jadi Rp4,3 juta,” jelas Budi.

Lebih lanjut, Budi pun mengancam akan tetap ber­tahan di rumah dinas wali kota Bogor sampai orang no­mor wahid di Kota Hujan itu mau menandatangani re­komendasi dari buruh. Sebab, hari ini merupakan batas terakhir dari penyerahan re­komendasi kenaikan UMK. ”Kami akan bertahan sampai wali kota mau menandatan­gani,” tegasnya.

Aksi yang sudah berlangsung sejak pukul 22:00 WIB itu tidak dijaga aparat kepolisian. Sejak buruh menduduki rumah dinas wali kota Bogor, tidak tampak adanya penjagaan berarti.

Ketika dikonfirmasi, Kabag Ops Polresta Bogor Kota Kom­pol Prasetyo Purba menilai tidak adanya penjagaan atau pembubaran massa aksi di­karenakan apa yang dilakukan buruh bukan aksi demon­strasi.

”Bukan aksi demo. Mereka mau ke rumah Pak Wali au­diensi terkait UMK karena audiensi di Disnaker deadlock. Nanti hanya 12 orang perwa­kilan, yang lainnya solidaritas buruh saja,”pungkas Prasetyo. (dil/d/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *