Relakan Rumah Jadi Kelas, Kini Ajar 200 Santri

by -

Setiap niat baik pasti ada jalannya. Perumpamaan itu menggambarkan perbuatan yang dilakukan Ustadz Malik. Bersama keluarganya, ia menyulap rumahnya menjadi ‘madrasah’ gratis untuk mendalami ilmu Alquran.

SEJAK 2012 lalu, satu keluarga ini bersepakat membantu anak-anak di Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, yang ingin belajar mengaji namun memiliki keterbatasan dalam biaya.

Tingginya minat warga yang hendak belajar mengaji mem­buat ruangan di rumah kelu­arga ini semakin penuh dan terbatas. Semakin hari sema­kin banyak warga yang ber­minat, sehingga keluarga ini harus membatasi kehadiran dengan menambah kelas tambahan.

Saat ini, rumah mereka telah bertransformasi menjadi ru­mah baca Alquran Tahfidz Daarul Quran PLN Al-Wafa, yang sebelumnya mendapat­kan perantara (Wasilah) dari PLN Persero dan PPPA Daarul Qur’an Cirebon.

Baca Juga  Richard Kyle Lamar Jessica Iskandar

Istri Malik, Ustazah Siti Ro­biah, mengungkapkan hing­ga kini jumlah santri yang belajar mengaji di rumahnya telah mencapai 200-an, dengan tambahan dua pengajar. Meng­ingat terbatasnya ruangan di rumahnya, ia bersama suami dan anaknya harus membagi jadwal kelas menjadi pagi, siang dan malam.

“Saat ini total 200 lebih san­tri yang belajar di rumah tah­fidz, karena ruangan tidak cukup. Dibagi waktunya dari pagi, siang dan malam. Itu pun saya masih belum bisa menerima yang daftar baru,” ujar Ustadzah Siti Robiah, Kamis (5/11).

Sementara itu, menurut Malik, selama delapan tahun merintis, berbagai cobaan pernah dihadapi. Guru ngaji yang juga berprofesi sebagai tukang ojek dan buruh tani itu pernah dipolisikan salah satu wali muridnya dan ru­mahnya sempat ditutup po­lisi karena itu. Berkat usaha dan ketegarannya, masalah yang menimpa dirinya terse­but bisa diselesaikan dengan baik, dan tempat mengajinya pun bisa kembali berjalan.

Baca Juga  Nasib Ponpes Ditengah Pandemi, Santri Susah Bayaran dan Gaji Guru Dipotong

Malik berharap usaha yang sudah dilakukannya selama ini meraih keberkahan. Ia juga berharap keluarganya menjadi keluarga yang bergu­na bagi masyarakat, khusus­nya Desa Sumuradem, Sukra, Indramayu.

“Saya dan keluarga ingin dapat barokahnya Alquran. Mudah-mudahan dengan wasilah berkhidmat untuk Alquran bisa menjadi berkah untuk keluarga dan masyara­kat Desa Sumuradem,” pung­kas Malik. (mer/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *