Rey Utami Ingin Bunuh Diri Awal Masuk Penjara

by -

METROPOLITAN – Rey Utami menjadi salah satu ter­pidana dari kasus pencemaran nama baik Fairuz A Rafiq. Rey Utami divonis menjalani masa tahanan satu tahun empat bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Istri Pablo Benua itu menjalani masa tahanan tanpa ada proses asimilasi. Rey Utami dinyatakan bebas dari masa tahanan pada Minggu (8/11). Rey Utami mengaku sempat akan mengakhiri hidup­nya di penjara. Hal itu terjadi pada awal-awal ia mendekam di rumah tahanan Polda Metro Jaya satu tahun lalu. ”Ya karena nggak pernah ngebayangin di penjara. Mimpi aja nggak pernah gitu kan seumur hidup,” ujar Rey.

Masa kelam itu ditam­bahi dengan keadaan Rey Utami yang me­rasa tak bisa kemana-mana. Ruang lingkup­nya seakan dibatasi dan ia tak dapat bebas se­perti dulu lagi. Kebaha­giaannya sebagai seorang ibu dan sosok yang masih berusia muda seakan direng­gut dengan statusnya saat itu sebagai tersangka.

Rey mengaku kehilangan peker­jaan, uang, keluarga hingga harus berpisah dengan suaminya yang turut di­tahan karena kasus yang sama. Hal-hal tersebut yang menjadi dasar keinginan Rey Utami hendak mengakhi­ri hidupnya. ”Nah di usia yang masih muda langsung masuk penjara, lagi menyusui ya lagi bahagia-bahagia­nya umur aku,” tuturnya.

Divonis dengan hukuman penjara, diakui Rey Utami, mengubah hidupnya secara drastis. Ia tak dapat mena­han dirinya menjadi tertekan harus menerima kenya­taan yang tak pernah ia sangka.

”Tiba-tiba harus kehilangan pekerjaan, kehilangan anak-anak, terpisah dari suami. Kehilangan pendapatan karena biasanya kita cari uang. Tidak bisa gerak bebas. Keterbatasan gitu. Benar-benar jadi orang yang harus mengikuti aturan dan memang drop lah, down banget dan butuh beberapa bulan untuk bisa menerima se­muanya,” jelasnya.

Hal itu terjadi awal-awal ia mendekam di rumah tahanan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Meski begitu, ke­kuatan dari teman-temannya di rutan membuatnya men­gurungkan niat dan justru mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa.

”Sebelum berhijab aku mau bunuh diri. Tapinya teman-teman aku yang bisa mengingatkan dan aku urungkan karena pasti anak-anak nung­gu aku,” ungkapnya.

”(Kejadian) Awal-awal banget ya, pas baru ma­suk. Kan kaget karena nggak biasa sama sekali. Dari orang yang bebas jadi orang yang tidak bebas. Tapi aku percaya ada Allah yang akan menggantikan suka duka aku,” sambungnya.

Rey Utami merasa dirinya saat itu se­perti bukan apa-apa. Ia kemudian berusaha menaf­sirkan beberapa ayat suci Al Quran yang menegaskan permasalahannya saat itu bukan yang paling besar.

”(Yang menguatkan) Dari keluarga, dari teman-teman tahanan, kemudian dari Allah. Aku rajin tafsirin Alquran. Aku baca ternyata cobaan aku ini nggak lebih dari seujung kuku dari cobaan nabi. Ya aku harus sabar kuat, dan alhamdulillah aku menjalani semuanya dengan baik,” tutup Rey Utami. (dtk/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *