Rokok Ilegal Rp504 Juta Ludes Dibakar

by -

METROPOLITAN – Kantor Peng­awasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya (KPPBC) Pa­bean A Bogor memusnahkan Barang Milik Negara (BMN) yang sudah disimpan sejak 2017 pada Rabu (25/11).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala KPPBC TMP A Bogor, Edwan Isrin, mengatakan, barang yang dimus­nahkan terdiri dari rokok tembakau iris dan tembakau rokok ciggarete mesin dengan nilai cukai sekitar Rp504 juta. “Cigarette mesin seki­tar 500.000 batang, tembakau iris sekitar 530 kilogram dan vape atau rokok elektrik itu sekitar 341.286 mililiter atau sebanyak 5.337 botol,” katanya.

Edwan menjelaskan, selama periode 2017 hingga 31 Oktober 2020, Bea Cukai se-Jawa Barat melakukan sebanyak 2.088 kali pen­indakan di bidang cukai ter­hadap 36,07 juta batang rokok ilegal dengan nilai barang hasil penindakan sebesar Rp30,5 miliar.­

Baca Juga  Perhimpunan Sadulur Salembur Dirikan Posko Kemanusiaan

Penanganan perkara ter­hadap barang hasil peninda­kan tersebut meliputi penyi­dikan tindak pidana cukai atau pelunasan cukai dan penge­naan sanksi administrasi berupa denda atau pemus­nahan.

Selain itu, dilakukan pula pemusnahan barang hasil penindakan berupa Barang Kena Cukai ilegal dan bebe­rapa barang hasil penindakan di bidang kepabeanan yang ditindak Bea Cukai se-Jawa Barat sepanjang 2017 sampai 2020 karena melanggar UU Kepabeanan dan UU Cukai.

Barang-barang tersebut te­lah mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan untuk dimusnahkan. Khusus pada Kantor Bea Cukai Cikarang terdapat kegiatan pemusnahan bersama Kejaksaan atas barang bukti tindak pidana cukai yang telah mendapat putusan dari pengadilan.

Pemusnahan ini dilakukan serentak di tujuh titik ber­beda. Selain Bogor, yakni di Bandung, Bekasi, Purwakar­ta, Cikarang, Cirebon dan Tasikmalaya secara daring dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan terkait Covid-19 dan mengambil lo­kasi Gedung Sate sebagai pusat kegiatan.

Baca Juga  Staf Positif Corona, 55 Dewan Jalani Swab Tes

Keseluruhan nilai barang kena cukai ilegal yang dimus­nahkan sebesar Rp5,1 miliar, dengan perkiraan nilai cukai yang tak terpungut negara sebesar Rp3,4 miliar. Potensi kerugian immaterial lainnya yang lebih besar dan tak dapat diperhitungkan adalah tim­bulnya dampak negatif pada kehidupan sosial masyarakat. Di antaranya berupa ancaman kesehatan akibat mengon­sumsi barang kena cukai ile­gal dan munculnya berbagai tindak kriminal akibat pere­daran ilegal minuman yang mengandung etil alkohol.

“Sinergitas yang dibangun selama ini diharapkan bisa lebih ditingkatkan dan ber­sama-sama menyukseskan percepatan pemulihan eko­nomi akibat pandemi Covid-19. Khususnya di Provinsi Jawa Barat yang akhirnya mendu­kung program pemulihan ekonomi nasional yang bisa dirasakan langsung manfaat­nya bagi masyarakat luas,” tandasnya. (dil/c/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *