Ruang Isolasi Kemang Siap Diperpanjang Lagi

by -

Kerja sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dipastikan bakal berakhir dalam waktu dekat. Kerja sama pemanfaatan Wisma Diklat BPSDM milik Kemendagri sebagai ruang isolasi penanganan Covid-19 bagi Kabupaten Bogor sudah berjalan sejak Mei dan bakal berakhir pada Desember.

BUPATI Bogor, Ade Yasin, men­gatakan, meski kerja sama keduanya akan selesai pada Desember atau akhir tahun ini, Pemkab Bogor ma­sih belum bisa memastikan apakah kerja sama tersebut bakal diper­panjang atau sebaliknya. ”Kalau masih tinggi kita akan perpanjang dan kita akan siapkan anggarannya,” terangnya saat ditemui Metropoli­tan usai menghadiri rapat pari­purna, akhir pekan kemarin.

Baca Juga  Gedung Isolasi Covid-19 Arta Graha Belum Beroperasi, Bupati Bogor Semprot Dinkes

Mengantisipasi hal yang tak di­inginkan, pihaknya juga sudah me­nyiapkan anggaran sebesar Rp50 miliar yang dimasukkan dalam pos anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Angga­ran tersebut rencananya digunakan untuk operasional ruang isolasi. Mulai penanganan pasien Covid-19 dan ke­butuhan medis lainnya. ”Ang­garan sudah kita siapkan. Intinya, kalau kasus masih tinggi kemungkinan akan kita perpanjangan,” ujarnya.­

Pusat Isolasi Covid-19 di Wisma Diklat BPSDM memi­liki kapasitas 84 tempat tidur yang terdiri dari 64 tempat tidur di wisma matahari yang disiapkan untuk perawatan ODP.

14 tempat tidur di gedung wisma teratai dan 6 tempat tidur di gedung Wisma Ang­grek untuk perawatan PDP dengan gejala ringan. ”Selain itu, Pusat Isolasi Covid-19 ini juga dilengkapi layanan IGD dengan kapasitas lima tempat tidur, pelayanan laboratorium sederhana dan depo farmasi,” tukasnya.

Baca Juga  Bogor Krisis Ruang Isolasi

Hal senada juga dikatakan Manajer Operasional Pusat Isolasi Covid-19 Kabupaten Bogor, Ongko Priyanto. Ia men­gusulkan sebaiknya Pemkab Bogor melakukan perpanjangan kerja sama terkait penggu­naan Wisma Diklat BPSDM milik Kemendagri sebagai Pusat Isolasi Covid-19.

Hal tersebut lantaran kon­disi kasus Covid-19 di Kabu­paten Bogor masih cukup tinggi. ”Bila angka covid di Kabupaten Bogor masih tinggi, sebaiknya diperpanjang kerja samanya dengan BPSDM Kemendagri. Karena ini sang­at membantu apabila terjadi overload di rumah sakit pe­merintah dan rumah sakit swasta,” ujarnya.

Berdasarkan data yang ada pada pihaknya, jumlah pasien di Wisma Diklat BPSDM mi­lik Kemendagri terindikasi bakal mengalami peningkatan setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan. ”Pa­da September total yang di­rawat di kita ada 131. Oktober ada 70 pasien dan pada No­vember ini ada 41. Ini dipre­diksi akan bertambah karena kasus covid-19 masih ada,” ungkapnya.

Baca Juga  Kasus Corona Terus Bertambah, Gedung BPSDM Kemendagri Bogor Disulap Jadi Ruang Isolasi

Tak hanya itu, perpanjangan kerja sama itu juga sangat berdampak bagi masyarakat. Mengingat Wisma Diklat BPSDM milik Kemendagri diperuntukkan bagi pasien ODP, OTG dan pasien PDP. ”Ini juga sangat membutuh­kan bagi masyarakat agar terhindar dari dampak sosial dari lingkungannya,” tutupnya. (ogi/b/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *