Sanksi Habib Rizieq Bikin Galau

by -
RADAR BOGOR

Kasus kerumunan massa yang terjadi saat penyambutan Habib Rizieq Shihab (HRS) ke Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu, memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Bogor melaporkan persoalan ini ke aparat kepolisian.

JURU Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor Irwan Pur­nawan mengatakan, berda­sarkan hasil evaluasi dan pembahasan yang dilakukan pihaknya bersama sejumlah instansi terkait, Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor menyera­hkan sepenuhnya kasus ini ke pihak kepolisian.

Pelaporan kepada pihak kepolisian, menurutnya, dila­kukan lantaran kepolisian memiliki kewenangan lebih dalam melakukan penyelidi­kan dan penyidikan terkait kerumunan massa yang ter­jadi di Megamendung bebe­rapa waktu lalu.

”Setelah memerhatikan ha­sil kajian hukum dari divisi penegakan hukum dan pen­disiplinan, bahwa pemberian sanksi ini memerlukan bahan keterangan yang cukup kom­prehensif. Sehingga membu­tuhkan pemeriksaan secara seksama. Makanya kita buat laporan kepada pihak kepo­lisian soal ini,” katanya, Rabu (25/11).

Irwan menjelaskan pelapo­ran kasus tersebut ke pihak kepolisian juga dilakukan karena sulitnya untuk memas­tikan siapa pihak yang harus­nya diberikan sanksi. ”Apakah sanksi kita berikan kepada individu orang yang datang atau kepada pihak penyelen­ggara. Ini kan butuh penda­laman lebih lanjut. Karena polisi lebih punya wewenang, makanya kasus ini kita lim­pahkan kepada pihak kepo­lisian,” ucapnya.

Baca Juga  Kapolresta Solok Dimutasi ke Polda Sumbar

Meski demikian, ia menyebut pelaporan ini juga sesuai Pe­raturan Bupati (Perbup) Bo­gor Nomor 60 Tahun 2020 tentang PSBB pra-AKB. Pada Pasal 12, sanksi pelanggaran protokol kesehatan, bisa juga dikenakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. ”Untuk sanksinya apa, kita serahkan kepada pihak penyidik dari kepoli­sian,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kabag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena menyebut bahwa persoalan ini bukan dilapor­kan ke Polres Bogor. “Baru dapat info. Dilimpahkan ke Polda Jabar,” singkat Ita ke­pada Metropolitan, kemarin.

Di sisi lain, di balik kasus kerumunan yang terjadi di Megamendung, memuncul­kan fakta mengejutkan. Po­lisi dikabarkan membuka kemungkinan untuk memang­gil Habib Rizieq Shihab. Pa­salnya, Pondok Pesantren (Ponpes) Alam Agrokultural Markaz Syariah di Bogor itu milik Rizieq.

Baca Juga  Ketua DPRD Sebut Penanganan Habib Rizieq oleh Wali Kota Bogor Lebih Banyak Gaduhnya

”(Pemanggilan Rizieq, red) Itu hanya kemungkinan ya. Karena dari keterangan saksi, klarifikasi dan barang bukti lain, ponpes itu miliknya beliau (Rizieq, red),” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes CH Pattopoi.

Namun, sambungnya, belum diketahui kapan imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu akan dipanggil. Menurutnya, hal tersebut tergantung hasil dari gelar perkara yang akan dilakukan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, hari ini. ”Tapi nanti tergantung pada gelar perkara,”ujarnya.

Sekadar diketahui, Habib Rizieq Shihab mengunjungi Ponpes Alam Agrokultural Markaz Syariah, Megamen­dung, Kabupaten Bogor, be­berapa waktu lalu. Para san­tri antusias menyambut ke­datangan Habib Rizieq. Dalam kegiatan itu terjadi kerumunan massa.

Baca Juga  JEPANG TAK TAKUT!

Polda Jabar tengah menyeli­diki dugaan pelanggaran pro­tokol kesehatan Covid-19 di acara tersebut. Imbas kegiatan itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil dimintai keterangan di Bareskrim Mabes Polri. Sedang­kan sepuluh orang, termasuk Bupati Bogor Ade Yasin, dip­eriksa di Mapolda Jabar. (dtk/ ogi/cr1/c/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *