Sebut HRS Tukang Obat, Nikita Mirzani Dipolisikan

by -

METROPOLITAN – Kasus dugaan penghi­naan terhadap Habib Rizieq Shihab yang dilakukan artis Nikita Mirzani berbuntut panjang. Sejumlah ma­syarakat yang menamakan diri Forum Masyarakat Pencinta Ulama (FMPU) DKI Jakarta melaporkan Nikita ke Polda Metro Jaya, kemarin.

Tak hanya terkait pencema­ran nama baik yang menyamakan HRS dengan tukang obat. Nikita juga dilaporkan karena konten media sosialnya yang menga­rah ke pornografi serta por­noaksi.

Ketua Penanggung Jawab FMPU DKI Jakarta, Saefudin, mengaku pihaknya melaporkan Nikita dengan dugaan pence­maran nama naik karena telah menghina Habib Rizieq Shihab dengan Pasal 310 Ayat 1 dan 2 KUHP dan Fitnah di Pasal 311 KUHP, UU ITE No 19/2016 pe­rubahan atas UU No 11/2008 Pasal 27 Ayat 3 dan Pasal 28 Ayat 2 tentang pornografi. “Kami buat laporan ini sebagai masyarakat yang cinta ulama,” katanya di Polda Metro Jaya.

Baca Juga  Terlibat Perang Dingin

Menurutnya, penghinaan Nikita terhadap Habib Rizieq Shihab diucapkan di media sosialnya sehingga hal tersebut harus segera ditanggapi dengan laporan pencemaran nama baik seperti yang diucapkan Nikita.

Selain itu, tingkah laku Ni­kita di media sosial juga sudah mengarah ke pornografi se­hingga pihaknya juga mela­porkan hal tersebut. “Kita serahkan semuanya ke penyi­dik, nanti yang memutuskan itu semua pihak kepolisian,” tegasnya.

Dalam laporannya, ia mem­bawa semua alat bukti beru­pa flashdisk yang berisikan aksi Nikita yang mengarah ke pornografi dan juga ucapan­nya yang menghina Habib Rizieq Shihab. “Nanti akan ada keterangan saksi ahli juga,” ujarnya.

Di sisi lain, laporan yang di­layangkan FMPU ternyata di­tolak polisi. Alasannya, berkas yang dibawa FMPU tidak len­gkap sehingga polisi meminta untuk dilengkapi. ”Saya sudah dari sana tadi. Ada beberapa hal yang harus kita lengkapi dulu, karena tidak semua la­poran langsung keluar nomor STBL (Surat Tanda Bukti Lapor, red),” kata Ketua FMPU DKI Jakarta, Muhammad Sofyan.

Baca Juga  Nikita Mirzani Tak Menolak Dibayar Rp 500 Juta

”Jadi jangan menginterpre­tasikan kalau kita datang ke kepolisian itu di mana pun, entah di polda atau di mana, laporan pasti diterima. Dan belum tentu keluar nomor laporan,” sambung Muham­mad Sofyan seraya meyakin­kan penolakan itu tidak mem­buat FMPU berhenti mela­porkan Nikita Mirzani. ”Jadi ada beberapa hal yang harus kita lengkapi. Tapi tetap jalan,” ucapnya.

Saat ini, timnya akan mel­engkapi hal yang diperlukan sehingga bisa diproses lapo­rannya dalam waktu dekat ini. Pihak kepolisian pun diakui­nya membebaskan pihak FMPU. ”Ya nanti akan kami persiapkan dalam waktu de­kat, karena dari pihak kepo­lisian juga mempersilakan kami. Jadi langsung saja nanti ke Ditreskrimsus, tim cyber. Bukan di SPKT,” im­buhnya.

Baca Juga  Begini Sosok Jaksa Agung Pertama RI di Mata Keluarga

Nantinya, tim masyarakat pencinta ulama juga akan berusaha tabayyun, konfron­tasi dengan Nikita Mirzani. Namun, ia juga masih me­nimbang massanya yang tidak setuju berdiskusi, berbicara baik-baik dengan Nikita.

”Kami takutnya ada pihak-pihak yang kurang setuju dengan kami tabayyun ke rumahnya Nikita Mirzani. Masih dalam konsolidasi ber­sama tim FMPU,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihak FMPU menegaskan tak akan tabayy­un dengan massa ratusan. Ia berusaha tabayyun dengan baik. ”Jadi jangan diterjema­hkan kalau kami tabayyun dengan membawa massa yang sangat banyak sekali. Tidak seperti itu juga,” tandasnya. (okz/sua/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.