Selama Tujuh Hari, Mama Muda Buang 3 Bayi

by -

Kasus pembuangan bayi kembali terjadi di Bogor. Kali ini di Perumahan Cilebut Residence di Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Warga digegerkan dengan penemuan sesosok mayat bayi yang mengambang di antara tumpukan sampah di Sungai Cipakancilan, kemarin.

MAYAT bayi itu pertama kali ditemukan pemulung yang sedang mencari rongsokan di Sungai Cipakancilan seki­tar pukul 09:30 WIB. Awalnya ia mengira sosok tersebut merupakan boneka yang ha­nyut.

Kanit Reskrim Polsek Suka­raja, Iptu Fajar Hidayat, menu­turkan bahwa mayat bayi tersebut pertama kali dite­mukan seorang pemulung yang tengah mencari rongso­kan di aliran sungai.

“Yang pertama menemukan­nya pemulung lagi cari sam­pah. Awalnya dikira boneka hanyut. Pas dicek, ternyata mayat manusia (bayi, red),” kata Fajar kepada Metropoli­tan.id, Selasa (17/11).

Kaget mendapat temuan tersebut, sang pemulung langsung melapor ke ketua RT dan meneruskannya ke pihak kepolisian. Tak lama kemudian, polisi datang meng­evakuasi. “Kami masih mela­kukan penyelidikan atas te­muan ini,” ujarnya seraya menuturkan bahwa mayat bayi yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki.

Baca Juga  Bayi El Tewas Dibuntel dalam Tas Kulit

Untuk memudahkan iden­tifikasi, ia mengaku pihaknya membawa jenazah bayi ter­sebut ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati untuk proses autopsi. “Jenazah dibawa ke RS Kramat Jati. Kita tunggu hasil autopsinya,” imbuhnya.

Namun, ia memperkirakan jenazah tersebut bukanlah bayi yang baru lahir. Diper­kirakan usianya tak lebih dari satu tahun. “Usia persis­nya nanti setelah keluar pe­meriksaan di RS Polri. Tapi perkiraan bukan bayi yang baru lahir. Kalau besar mun­gkin karena pembengkakan. Perkiraan satu tahun belum sepertinya,” ujarnya.

Sementara itu, kasus ini me­nambah panjang temuan mayat bayi yang dibuang dengan kondisi tak bernyawa di Bogor dalam satu pekan ke belakang. Parahnya, dalam dua kasus yang sudah berhasil diungkap, pelaku pembuang bayi itu ada­lah ibu kandungnya sendiri, yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga  Ada Bayi Yang Mirip Ed Sheeran, Ini Tanggapannya

Pertama, pembuangan bayi terjadi di Perumahan PDK, Kelurahan Ciparigi, Kecama­tan Bogor Utara, pada Rabu (11/11). ES (33), seorang Asi­sten Rumah Tangga (ART), ditetapkan sebagai tersangka atas pembuangan bayi pe­rempuan yang masih berben­tuk janin itu.

Kapolsek Bogor Utara Kom­pol Ilot Juanda mengatakan, identitas pelaku berhasil dii­dentifikasi berkat kamera pengawas atau CCTV di Pe­rumahan PDK. “Pelaku kita amankan di kediamannya sekitar pukul 10:00 WIB. Pelaku juga merupakan ART yang bekerja di salah satu rumah di Perumahan PDK,” kata Ilot, kemarin.

Ia menjelaskan pelaku yang merupakan warga Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, itu tega membuang janin bayinya karena malu. Sebab, pelaku mengakui bahwa jabang bayi­nya atas hasil hubungan gelap dengan mantan kekasihnya, RHT. “Ngakunya karena malu hasil dari hubungan gelapnya dengan RHT,” ujarnya.

Baca Juga  Pelaku Pembuang Bayi Diduga Pria Berjaket, Wajah Ditutup Handuk

Kemudian, peristiwa serupa juga terjadi di Kampung Kra­mat, Kelurahan Harapanjaya, Kecamatan Cibinong, pada Kamis (12/11). NS (18) dite­tapkan sebagai tersangka karena tega membuang dan membunuh bayinya secara sadis.

Perempuan muda itu nekat menghabisi nyawa buah ha­tinya sendiri karena malu. Sebab, sang bayi terlahir dari hasil hubungan gelap NS bersama kekasihnya. Ditam­bah sang kekasih tidak mau bertanggung jawab atas per­buatannya.

Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy menjelaskan motif pelaku menghabisi bayinya lantaran malu memiliki anak di luar nikah. Bahkan, pelaku juga mengaku depresi lanta­ran sang pacar pergi mening­galkannya.

”Saat ini pelaku sudah kami lakukan penahanan, dan kami kenakan Pasal 340 KU­HP dan Pasal 80 Ayat 3 UU No 35 Tahun 2014 tentang peru­bahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pi­dana penjara di atas tujuh tahun,” pungkasnya. (mul/c/ fin/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *