Sidang Korupsi Dana BOS bakal Digelar Besok

by -
LUSTRASI : Kepala sekolah diminta bijak dalam mengelola dana BOS.

METROPOLITAN – Setelah dilaku­kan pelimpahan berkas perkara oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor ke Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bandung, korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kota Bogor rencananya disidangkan per­tama kalinya pada Rabu (18/11).

Kasi Pidsus Kejari Kota Bogor, Ra­de Nainggolan, mengatakan, proses persidangan akan dila­kukan secara langsung. Di mana tujuh tersangka akan dibawa dengan mobil tahanan dari Lapas Paledang Bogor ke PN Tipikor Bandung. ”Rabu sidang pertama dengan agenda pembacaan dakwaan akan digelar,” terangnya kepada Metropolitan saat dite­mui di ruangannya, Senin (16/11).­

Sebelum digelar proses persidangan, sambung dia, nantinya tujuh tersangka tersebut akan mengikuti pro­ses rapid test. ”Iya nanti be­rangkat semua ke Bandung, harus di-rapid test dulu se­belum sidang. Mudah-mu­dahan semua lancar saat waktunya,” paparnya.

Baca Juga  Kejari Bogor Gulung Enam Tersangka Baru Korupsi Dana Bos, Keluarga Menangis Histeris

Kasus korupsi dana BOS tingkat SD ini sempat meng­gegerkan publik Kota Bogor. Di mana tujuh orang dinya­takan sebagai tersangka. Satu orang dengan inisial JRR diketahui berperan sebagai penerima proyek penyele­wengan dana BOS untuk ujian sekolah. Lalu, enam lainnya merupakan kepala MKKS se-Kecamatan Kota Bogor.

Modus operandi yang di­gunakan para tersangka ini yakni dengan menarik biaya kepada siswa melalui MKKKS untuk pengadaan soal dan penggandaan soal ujian. ”Jadi, pengadaan dan peng­gandaan yang harusnya pa­kai dana BOS malah dibe­bankan ke siswa dan itu yang mengelola MKKKS bersama JRR,” ungkap Rade.

Sebelum ditetapkannya JRR, pihak kejaksaan sudah men­gumpulkan keterangan dari 40 saksi. Termasuk Kepala Disdik Kota Bogor Fahrudin, Kepala Bidang SD Maman Suherman, Kepala Sub Pe­rencana dan Pelaporan Dis­dik Jajang Koswara dan Warni.

Baca Juga  Dana BOS Tahun Ini Tembus Rp52,5 Triliun

Ketujuh tersangka dituntut Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2019 tentang Tipi­kor dan Pasal 3, juncto Pasal 18 dan juncto Pasal 55 KUHP dengan tuntutan kurungan maksimal 20 tahun.

Sedangkan untuk kerugian negara yang diakibatkan dari tindakan korupsi ini mencapai Rp17 miliar. Namun, Korps Adhyaksa berhasil mengamankan kembali uang negara sebanyak Rp170 juta dan menyita satu unit ken­daraan mobil pribadi milik salah satu tersangka. ”Belum ada penambahan pengem­balian uang negara. Tapi, kami akan terus telusuri aset-aset milik tersangka,” ujar Kasi Intel Kejari Kota Bogor, Chakra Yudha.

Saat disinggung apakah Korp Adhyaksa mendapati per­kembangan baru dalam pe­meriksaan tersangka bebe­rapa waktu lalu, Cakra eng­gan menjawabnya. Sebab terhitung sudah dua bulan lebih, pihak Kejari masih melakukan penyidikan atas kasus megakorupsi ini. ”Nan­ti lihat saja di persidangan,” katanya.

Baca Juga  Dapat CSR dan BOS, SDN Genteng Makin Kece

Cakra juga menyatakan bahwa ada kemungkinan kejaksaan akan menggarap pengelolaan dana BOS SMP jika kasus perkara korupsi dana BOS SD Kota Bogor sudah rampung. ”Kalau peng­elolaan BOS SMP seperti SD kemungkinan ada juga ke­jadian serupa,” pungkasnya.(dil/c/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.