Tarif Tol JORR Naik Rp31.500

by -
Foto : Kompas.com

METROPOLITAN – PT Jasa Marga(Persero) Tbk berencana menaikkan tarif Jalan TolLingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR) dalam waktu dekat ini. Kenaikan tarif berkisar dari Rp15 ribu-Rp30 ribu menjadi Rp16 ribu-Rp31.500.

Jasa Marga menjelaskan kenaikan tarif ini berlaku untuk Tol JORR ruas Seksi W1, W2 Utara, W2 Selatan, S, E (Penjaringan-Rorotan) dan akses Tanjung Priok. Sementara kenaikan tarif untuk Tol Pon­dok-Aren-Ulujami akan ber­laku di segmen Bintaro Via­duct-Pondok Ranji.

Kebijakan ini diklaim se­suai dengan Keputusan Men­teri PUPR Nomor 1522/KPTS/M/2020. Rincian ke­naikannya seperti kendaraan golongan I semula Rp15 ribu menjadi Rp16 ribu. Lalu ken­daraan golongan II semula Rp22.500 menjadi Rp23.500.

Kemudian kendaraan go­longan III semula Rp22.500 menjadi Rp23.500. Selanjut­nya kendaraan golongan IV semula Rp30 ribu menjadi Rp31.500, serta kendaraan golongan V semula Rp30 ribu menjadi Rp31.500.

Baca Juga  Mulai Akhir September, Tol JORR Jauh Dekat Rp15 Ribu

Namun, kenaikan tarif Tol Pondok-Aren-Ulujami cuma berlaku bagi kendaraan IV dan V. Sementara kendaraan golongan I, II dan III tarifnya tak naik dengan rincian ken­daraan golongan I tetap Rp3.000.

Lalu kendaraan golongan II tetap Rp4.500. Kemudian kendaraan golongan III tetap Rp4.500. Selanjutnya, ken­daraan golongan IV semula Rp6.000 menjadi Rp6.500. Terakhir, kendaraan golong­an V semula Rp6.000 men­jadi Rp6.500.

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Danang Parikesit, enggan membocorkan kapan kenai­kan tarif Tol JORR akan ber­laku. Ia menyebut hal itu akan disampaikan Jasa Marga se­bagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Tol JORR. ”Tunggu press release dari BUJT (Jasa Marga) saja,” kata Danang.

Baca Juga  Mulai Akhir September, Tol JORR Jauh Dekat Rp15 Ribu

Sementara itu, Sekjen Aso­siasi Tol Indonesia (ATI), Krist Ade Sudiyono, menjelaskan keberadaan infrastruktur ter­masuk jalan tol sangat diper­lukan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi ma­syarakat.

Karena itu, menurutnya, pembangunan infrastruktur memerlukan konstribusi par­tisipasi publik. ”Infrastruktur perlu dijaga kualitasnya se­hingga perlu pemeliharaan yang baik,” kata CEO Toll Road Business Group Astra Infra itu.

Keterbatasan anggaran pe­merintah, menurutnya, me­maksa partisipasi badan usaha yang pengembalian investasinya didasarkan pada pengenaan tarif layanan. Pada titik inilah tarif akan berdampak pada kelayakan tol. ”Pengenaan tarif layanan perlu disesuaikan dengan laju inflasi supaya sesuai dengan tingkat kelayakan proyek infrastruktur tersebut,” ucapnya.

Ia menuturkan, sesuai dengan model kerja sama pemerintah dan badan usaha untuk menjaga kelayakan investasi tersebut, setiap dua tahun sekali harus ada penye­suaian tarif layanan.

Baca Juga  Mulai Akhir September, Tol JORR Jauh Dekat Rp15 Ribu

Sejalan dengan itu, penye­suaian tarif dilakukan dengan memerhatikan asas keman­faatan dan keadilan, di anta­ranya dengan menurunkan tarif logistik supaya biaya biaya di masyarakat lebih terjangkau dan peningkatan industri di daerah lebih kom­petitif.

”Dengan demikian, harusnya penyesuaian tarif ini adalah hal yang biasa dan akan ter­jadi setiap dua tahun sekali,” imbuhnya. ”Konsistensi pelaks­anaan penyesuaian tarif ini, selain dapat meningkatkan kualitas layanan infrastruktur tersebut kepada masyarakat, juga diharapkan dapat men­ciptakan iklim investasi yang baik bagi keikutsertaan badan usaha pada pengadaan infra­struktur publik yang diperlukan masyarakat,” tandasnya. (cnn/cnb/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *