Tiga Jalan di Kota Bogor Bakal Dibuat Jalur Sepeda Baru

by -

METROPOLITAN.id – Meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kota Bogor beberapa pekan terakhir, mendapatkan perhatian khusus dari Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Menurutnya, wisatawan yang datang ke Kota Bogor ini mencari suasana olahraga yang eksotis. Terutama jalur sepeda di seputaran pusat Kota Bogor.

“Saya lihat animo masyarakat luar biasa, jadi ini memang harus kita tata, supaya orang jakarta ke sini nyaman meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah, red), nanti kan mereka bisa kuliner, menginap di hotel bogor ini potensi PAD yang luar bisa. Ini harus dijemput,” kata Bima kepada Metropolitan.id, Rabu (25/11).

Untuk itu, Bima pun menginstruksikan agar Dinas Perhubungan bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor untuk membuat jalur sepeda baru.

Ia menunjuk beberapa jalan utama kota, diantaranya Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Pemuda dan Jalan Ahmad Yani sebagai trek jalur sepeda baru di Kota Bogor.

“Saya dapat masukan dari teman teman di Jakarta yang sangat menikmati goes di Bogor dan berharap agar lebih banyak lagi jalur sepedanya. Karena kekuatan kita itu, jasa dan pariwisata,” ungkapnya.

Baca Juga  Ajarkan Agama Islam, Direspons Positif Pengelola Lapas

Mendapatkan instruksi langsung dari orang nomor satu di Kota Bogor ini. Kepala Dishub Kota Bogor, Eko Prabowo mengaku akan langsung melakukan kajian teknis terkait pembuatan jalur sepeda baru.

“Ya jalur sepeda untuk dishub, kita punya keinginan itu Dinas PUPR yang membangun. Karena ini kan jalur sepeda, ada aturan Kemenhub yang harus sendirian. Secara teknis mereka bangun, tapi marka jalan dan dukungannya di Dishub,” ungkapnya.

Ia pun mengungkapkan bahwa Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), hendak membangun jalur sepeda juga di Kota Bogor.

Jalur yang dipilih oleh pemerintah pusat pun jalan Padjajaran. Mulai dari simpang Warung Jambu sampai ke Lippo Kebun Raya.

“Kalau BPTJ akan membangun tahun depan di jalan nasional, panjang nya kurang lebih, plus minus tiya kilometer, bentuknya loop. Mulai dari Warungjambu, Lippo Kebun Raya, sampai Warung Jambu lagi,” jelasnya.

Baca Juga  Nurhayanti Yakin Jalur Puncak II Tetap Dilanjutkan

Mantan Kadispora Kota Bogor ini juga kembali mengingatkan kepada para pesepeda agar menaati peraturan rambu jalan ketika bersepeda.

Tak hanya itu, etika dalam bersepeda juga harus ditaati. Sebab di jalur SSA sendiri, sambung Eko merupakan jalur cepat dimana laju kendaraan bermotor diatas 40 km/h.

“Mereka harus benar-benar membekali aturan mainnya, bersepeda itu ada tata tertibnya, itu dibekali semua. Di jalur SSA itu kencang-kencang, tapi mereka bersepeda secara horizontal, harusnya ke belakang, vertikal,” tegasnya.

Adanya perluasan jalur sepeda ini pun disambut baik oleh anggota dari Raya Bicycle Gank (RBG), Rahmat, yang mengaku sudah menanti lama adanya perluasan jalur sepeda.

Bahkan menurutnya, jalur-jalur seperti ke wilayah dipinggiran Kota Bogor lebih menarik dibandingkan hanya di tengah kota saja.

“Jelajah alam, jelajah perkampungan, ke Katulampa, ke Empang, itu lebih asik sebenarnya. Mudah-mudahan fasilitas ini semakin diperbanyak,” ungkapnya.

Baca Juga  Persaingan Jadi Tantangan

Sejauh ini geliat bersepeda di Kota Bogor memang meningkat, namun ia menyayangkan masih banyak yang bersepeda hanya untuk mengikuti tren saja.

“Trend naik drastis, tiba tiba banyak goweser dadakan, cuman banyak yang hanya ikut trend, mungkin bosan efek stay at home,” ungkapnya.

Meningkatnya jumlah pegowes, sebutan kekinian bagi para pesepeda, terdapat sisi negatif yang juga membahayakan pengguna jalan lainnya dan si pesepeda itu sendiri.

Diantaranya adalah kegiatan bersepeda yang dilakukan secara bergerombol, bisa memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. Apalagi jika para pesepeda ini menggunakan lajur tengah jalan.

Sedangkan bahaya bagi para goweser pemula ini adalah terjadinya cedera karena kurangnya edukasi.

“Jadi masih banyak yang tidak bisa mengukur kekuatan badan, memaksa nafas, tidak pemanasan yang mengakibatkan bisa gampang terkilir atau urat ketarik. Bahkan sampai salah memilih spek sepeda sesuai peruntukannya,” pungkasnya. (dil/b/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *