Uniknya Harlah Kopri PMII Kota Bogor ke 53

by -
PMII
KOMPAK-Mahasiswa KOPRI PMII Kota Bogor saat merayakan HUT Kopri ke 53

METROPOLITAN.id – Sarasehan yang unik digelar Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Puteri (KOPRI) Kota Bogor. Memperingati Hari Lahir ke-53, Rabu (25/11) dengan bertemakan ‘Membangkitkan Kreatifitas KOPRI dengan mewujudkan kader yang berdikari’. Banyak pembahasan unik yang menarik atensi peserta. Seperti soal sifat yang terlalu melankolis atau bahasa saat ininya (baper) pada perempuan muda. Soal ini muncul dari pertanyaan seorang anggota bernama Hurma.

Bagaimana mengatasi bapernya perempuan yang berlebihan di zaman sekarang ini?  Dibentak sedikit saja, mereka sudah ‘menghilang’?”

Ketua Fatayat Kecamatan Tanah Sareal, Yayu Irayani yang merupakan narawicara dalam kegiatan tersebut mengatakan, bahwa baper merupakan hal yang tidak dapat dihindari dari sisi perempuan.

“Baper itu boleh, tapi jangan berlebihan. Saya pernah ikut sebuah pelatihan dan telat hadir. Karena pelatihnya seorang profesional, saya dimarahi habis-habisan. Apakah saya menangis? Tentu saja. Bahkan saya menangis di depan banyak orang. Saya tidak malu buat nangis. Tapi, setelah itu saya melanjutkan kembali latihan dengan riang dan penuh tawa,” lanjut Yayu yang juga mantan pengurus KOPRI PMII Kota Bogor periode 2012.

Baca Juga  Perpanjangan Skema Ganjil Genap Kota Bogor

Ketua Kopri Kota Bogor, Eilmi Fiqhita Mora mengatakan, giat ini dilakukan untuk berbagi pengalaman para senior dari masa ke masa. Juga meriview perjalanan Kopri agar dapat mengevaluasi perjalanan organisasi di setiap tahunnya.

“Sarasehan ini bertujuan mengetahui Kopri di masa dulu, kini dan nanti. Agar tidak tersesat ke arah mana akan melangkahkan kaki,” terang Eilmi.

Kopri itu, di matanya, bukan hanya wadah untuk menampung aspirasi perempuan saja, tetapi harus juga memahami isu-isu hangat yang beredar.

“Kopri adalah tempat untuk meningkatkan SDM melalui berkembangnya kreatifitas. Kopri itu ada untuk dikembangkan. Terlebih anggotanya sekarang sudah cukup banyak. Maka saat ini menjadi lebih mudah untuk bersama-sama memperbaiki dan memperjuangkan tujuan Kopri,” lanjutnya.

Baca Juga  Rudiyana Punya Strategi Jitu Pembangunan Kota Bogor

Kegiatan Harlah Kopri ke-53 ini bertempat di gedung DPD KNPI Kota Bogor dan berlangsung meriah. Terdapat enam jenis perlombaan yang diikuti dengan antusias oleh peserta. Lomba baca puisi karya sendiri tentang perempuan, pidato bahasa Arab dan Inggris, akustik, kerajinan tangan, dan mimbar orasi. Peserta lomba adalah delegasi dari beberapa komisariat yang ada di Kota Bogor; Nusa Bangsa, Pakuan, dan Ibn Khaldun.

Citra Nurul Amalia selaku ketua pelaksana Harlah Kopri ke-53 mengaku, bahwa memang tidak mudah mengumpulkan anggota Kopri di saat pandemi ini.

“Tujuan diselenggarakannya Harlah ini untuk mempererat silaturrahim dan untuk memperbanyak SDM Kopri dengan cara membangkitkan kreatifitasnya untuk menjadi perempuan hebat yang mandiri,” tutur Citra.

Baca Juga  Ngadu Dulu Baru Dipermudah

Noer Qory Amelia Efendi, salah seorang pengurus, ingin agar SDM Kopri Kota Bogor mampu bersaing dengan daerah lain.

ahkan mampu bersaing di jenjang yang lebih tinggi dan dapat memperlebar sayap dalam pencapaian prestasinya,” harapnya.
Qory juga merasa cukup otimis bisa menjaga, mempertahankan dan memperbanyak SDM Kopri Kota Bogor dengan program yang lebih kreatif.(yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *