Antisipasi Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka, Pemkot Bogor Maksimalkan Aplikasi Jejak

by -

METROPOLITAN.id – Mengantisipasi rencana penerapan pembelajaran tatap muka di sekolah, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bakal memaksimalkan aplikasi Jejak untuk memantau potensi penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

Rencana tersebut pun sudah mendapat persetujuan wali kota untuk diterapkan nanti, bahkan jadi salah sati syarat sekolah yang akan menerapkan sekolah tatap muka tahun depan. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor Rahmat Hidayat.

Menurutnya, penggunaan aplikasi Jejak sudah disarankan untuk nanti digunakan di sekolah-sekolah saat penerapan tatap muka di kelas. Sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

“Penggunaan aplikasi Jejak disarankan untuk sekolah-sekolah. Pak wali kota juga sudah acc, diterapkan nanti saat sekolah sudah dibuka (tatap muka). Itu juga salah satu syarat buat sekolah yang mau tatap muka kelas, harus punya itu,” katanya saat ditemui Metropolitan.id di ruangannya, akhir pekan lalu.

Sehingga, sambung dia, semua sekolah akan punya barcode, yang ujungnya berujuan untuk penelusuran atau tracing kasus Covid-19. Ketika ada status Covid-19, langsung terlacak.

Baca Juga  Asah Atlet, Pencak Silat Perbanyak Even

Sebab, kata Rahmat, aplikasi Jejak sudah terkoneksi dengan database yang dimiliki Dinas Kesehatan (Dinkes). Secara teknis, memang hal ini baru akan diterapkan jika penerapan sekolah tatap muka jadi dilaksanakan.

“Jadi tergantung itu. Kalau jadi diterapkan, dibantu aplikasi ini. Teknisnya, kita pasang barcode di sekolah-sekolah, mereka download dan daftar di aplikasi Jejak. Jadi semua sekolah ada barcode dan salah satu syarat jika sekolah itu diizinkan dibuka,” tegas mantan camat Bogor Utara itu.

“Fungsinya lebih ke tracing, penelusuran, ketika sekolah dibuka. Lalu saat nanti ada status Covid-19, langsung terlacak dan terkoneksi dengan database-nya Dinkes,” paparnya.

Pemkot Bogor memang berencana membolehkan pembelajaran tatap muka pada awal 2021 nanti, setelah Wali Kota Bogor Bima Arya setelah menggelar rapat koordinasi dengan berbagai stakeholder pendidikan, November lalu.

Sebagai bentuk tindak lanjut arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim terkait penyelenggaraan pembelajaran tatap muka di sekolah. Hasilnya, Kota Bogor sepakat pembelajaran tatap muka akan berlaku dan dibolehkan mulai 11 Januari 2021

Baca Juga  Wow, Pengadaan Alkes Buat RS Lapangan Kota Bogor Telan Biaya Rp3 Miliar

Bima Arya mengatakan, ada beberapa hal yang jadi perhatian. Pertama, pihaknya melihat banyak hal yang selama ini memang terlihat jelas terkait dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), terutama dampak-dampaknya bagi siswa, bagi sekolah, bagi orangtua dan lain-lain.

“Bahwa PJJ itu tidak maksimal. Semakin lama PJJ, semakin banyak dampak negatifnya. Jadi sepakat pembelajaran tatap muka di Kota Bogor akan diberlakukan mulai 11 Januari 2021 dengan tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik dan tenaga kependidikan,” katanya

Namun buatnya, kesehatan dan keselamatan hal yang paling utama, sehingga rencana menyelenggarakan pembelajaran tatap muka harus diiringi dengan kesiapan dan kepastian dari aspek protokol kesehatan.

Sehingga, ada syarat yang harus ditempuh sekolah yang ingin melakukan pembelajaran tatap muka. Sekolah yang diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka yakni apabila sudah disetujui, disepakati dan mendapatkan izin dari Pemkot Bogor, komite sekolah dan kepala sekolah.

Baca Juga  Dear Milenial, 14 Daerah di Jawa Barat Tidak Punya Bioskop Loh!

“Artinya kalau hanya kepala sekolah saja tanpa didukung komite sekolah, itu tidak bisa. Komite sekolah dalam hal ini orangtua, unsur yang penting yang harus memberikan izin,” ucapnya.

Meskipun, tidak semua jenjang pendidikan dan semua siswa bisa mulai beraktifitas dan akan diterapkan secara bertahap serta tidak sekaligus.

Sekolah-sekolah yang ingin mulai pembelajaran tatap muka, bisa mengajukan permohonan kepada Pemkot Bogor dengan catatan permohonan itu didukung, disetujui dan disepakati oleh komite sekolah.

Menyiapkan secara rinci terkait dengan tiga aspek utama, yakni konsep atau sistem pembelajarannya jelas, seperti apa pengaturan jadwal pemberian mata pelajarannya, pengaturan kelasnya dan lain-lain.

“Lalu, kesiapan protokol kesehatannya. Jadi harus memenuhi daftar periksa. Disdik akan melakukan sosialisasi, daftar periksa apa yang harus dipenuhi oleh semua sekolah. Misalnya kesiapan thermogun, kemudian kesiapan apabila ada peristiwa darurat, dan hal-hal lain,” tambah Bima. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.