Astaga! Oknum Guru di Jakarta Tiga Tahun Cabuli Siswi SMP

by -

METROPOLITAN – Guru honorer olahraga di Cengka­reng, Jakarta Barat, berbuat cabul dengan menjanjikan beberapa hal kepada korban yang juga muridnya. Janji-janji itu membuat korban tidak menceritakan aksi pencabulan guru berinisial AM tersebut hingga tiga tahun. “Kan me­reka benar-benar merahasia­kan hubungan mereka (AM dan murid) karena si korban dibilangin jangan kasih tahu, nanti akan dinikahi,” ujar Ka­sat Reskrim Polres Jakbar, Kompol Teuku Arsya Khadafi.

Selain janji dinikahi, korban juga dijanjikan akan diberikan hadiah. Guru AM menjanjikan jam tangan kepada korban agar korban percaya bahwa AM mencintainya. “(Selain dijan­jikan menikah) Dia ada akan dikasih hadiah jam, jadi akhir­nya si anak akhirnya merasa bahwa si AM tuh benar-benar sayang sama dia. Itu upaya bujuk rayunya AM terhadap korban,” bebernya.

Baca Juga  Oknum Guru Ciampea Diduga Lecehkan Siswa

Sebenarnya, kata Arsya, AM sudah menikah dengan pe­rempuan lain tahun ini. Hu­bungan antara AM dengan muridnya ini tidak diketahui istri AM. “Pertama belum (me­nikah), baru tahun ini berkelu­arga. Hubungannya sudah berjalan 3 tahun dengan kor­ban,” tuturnya. “(Istri AM) ng­gak tahu, nggak ada yang tahu (keluarga AM),” ujarnya.

Diketahui, aksi pencabulan AM terhadap muridnya terse­but berlangsung sejak 2017 dan baru terungkap awal De­sember 2020. Hubungan an­tara keduanya berlangsung saat korban masih berusia 13 tahun. “Jadi, saudara AM ini guru honorer di salah satu SMP, dia mengajar olahraga. Dia kenal sama korban ini pada waktu itu umur sekitar 13 ta­hun,” ujar Arsya.

AM mencabuli korban dengan dalih korban menarik. AM kemudian membujuk dan merayu korban, sehingga kor­ban bersimpati. “Karena dia merasa korban ini menarik, dia bujuk rayu dengan kata-kata bohong, memberikan hadiah, sehingga korban ini simpati sama dia,” tuturnya.

Baca Juga  Oknum Guru Cabuli Pelajar SMP Berhasil Dibekuk

AM kerap mengajak korban berhubungan intim di sebuah hotel. Selama menjalin hu­bungan, AM berjanji tidak akan meninggalkan korban. Kasus ini baru terungkap atas kecu­rigaan orang tua korban saat melihat isi percakapan anaknya dengan AM. Orang tua korban lantas curiga dengan isi chat dan menanyakannya kepada korban sampai si korban mengakui ada hubungan dengan AM. “Jadi orang tua mungkin mengetahui melihat dari percakapan telepon anaknya. Karena mungkin bahasanya terlalu intens, anaknya ditanya, akhirnya ngaku,” tutur Arsya.

Atas perbuatannya itu, AM ditahan di Polres Jakarta Barat. Ia dikenai Pasal 81 UU RI No­mor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman huku­man penjara maksimal 15 tahun. (bdn/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *