Bogor Memerah, Kamar Pasien Covid-19 Mulai Penuh

by -

METROPOLITAN.id – Masih tingginya angka kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor berdampak pada penuhnya ruang tempat isolasi di rumah sakit. Saat ini, hampir seluruh kecamatan yang ada masuk zona merah penyebaran virus corona

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor per 21 Desember 2020 pukul 15.00 WIB, dari 1047 ruang isolasi yang tersebar di 29 rumah sakit rujukan, 927 di antaranya sudah terisi oleh pasien Covid-19.

“Dari 29 rumah sakit yang ada, baik swasta maupun RSUD, rata-rata hampir semuanya sudah penuh terisi. Persentasenya mencapai 88 persen,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor, Irwan Purnawan, Selasa (22/12).

Rumah sakit milik pemerintah seperti RSUD Leuwiliang sudah berstatus penuh. 32 ruang isolasi yang dimiliki tak satupun tersisa.

Kondisi mengkhawatirkan juga terjadi di tiga RSUD lainnya milik Pemkab Bogor. Di RSUD Cibinong, keterisian ruang isolasi sudah 81 persen terisi. Dari 204 ruang isolasi, 166 di antaranya sudah berpenghuni.

Baca Juga  2.188 Pemilih Disabilitas Dibantu Alat Khusus

Di RSUD Ciawi, 66 persen ruang isolasi sudah terisi. Dari 98 ruangan, sudah 78 terpakai. Sementara di RSUD Cileungsi, 78 persen ruangan terisi. Dari total 74 tempat tidur, sudah terisi 58.

Beberapa rumah sakit swasta juga tercatat tak ada lagi ruang isolasi yang tersisa. Contohnya di RS Sentra Medika, RS EMC Sentul, RS Eka Hospital dan lainnya.

Irwan mengatakan, kondisi yang mulai darurat memungkinkan Pemkab Bogor untuk tetap memberlakukan PSBB pra-AKB.

“Kita masih menetapkan rencana perpanjang PSBB. Ada dua skenario, satu kali masa inkubasi atau dua kali inkubasi. Kalau satu kali masa inkubasi kan 14 hari, kalau dua kali ya 28 hari. Karena yang urgent itu di Nataru (Natal dan Tahun Baru),” ungkapnya.

Baca Juga  Warga Dramaga Kompak Ngecor Jaling

Menurut Irwan, rencana perpanjangan PSBB ini sudah berdasarkan arahan dari pemerintah pusat. wilayah Jabodetabek dan Bali masuk dalam prioritas, khususnya Jawa Barat yang bersentuha  langsung dengan episentrum Jakarta.

“Kita melihat kebijakan Jakarta ya. Karena kita menyesuaikan dengan Jakarta. Jangan sampai kita ketat, Jakarta longgar ataupun sebaliknya. Karena bisa berdampak tidak baik nantinya,” tandas Irwan.

Saat ini, data Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor per 21 Desember 2020, jumlah kasus positifnya Covid-19 menyentuh angka 4730 orang.

Dari jumlah tersebut, 3987 orang sudah dinyatakan sembuh. Sementara 73 lainnya meninggal dunia.

Wilayah zona merah oenyebaran Covid-19 juga meluas. Dari 40 kecamatan yang ada, 39 di antaranya masuk zona merah. Tak ada zona hijau. 1 kecamatan lainnya yakni Tenjo berstatus zona orange. (ogi/c/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *