Di Tengah Pandemi PAD Kota Bogor Merangkak Naik

by -

METROPOLITAN – Hingga akhir November, realisasi Pendapatan Daerah Kota Bo­gor sudah mencapai Rp1,97 triliun atau setara 83,3 persen dari target setelah refocusing dampak Covid-19 sebesar Rp2,35 triliun. Bahkan, Penda­patan Daerah dari sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor sudah mencapai 102 persen atau setara Rp756,3 miliar dari target Rp741,5 mi­liar.

Tak ayal, meskipun masih situasi pandemi yang belum mereda, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berani me­naikkan target pendapatan daerah pada 2021 dibanding­kan tahun ini.

Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, Lia Kania Dewi, mengatakan, hingga 30 November catatan PAD Kota Bogor dari berbagai pos itu sudah baik lantaran lebih dari 100 persen yang di­targetkan. Pos Pajak Daerah dari sektor PAD pun sudah mencapai 102,5 persen atau setara Rp422,8 miliar dari tar­get Pajak Daerah Rp440 miliar.

Baca Juga  Jurnalis Utara Berbagi, Donorkan Darah untuk Sesama

”Untuk pos-pos pendapatan dalam PAD juga sudah baik, karena capaiannya sudah di atas 80 persen. Mulai dari Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Ha­sil Pengelolaan Kekayaan Dae­rah yang Dipisahkan dan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah,” katanya saat ditemui Metropolitan di ruangannya, Rabu (9/12).

Sehingga Pemkot Bogor per­caya diri dengan penambahan target tersebut, setelah meli­hat kondisi perekonomian masyarakat dalam menghada­pi pandemi yang belum me­reda. Mulai dari berbagai kebijakan pemerintah dalam memberi stimulus, potongan dan penghapusan denda pa­jak hingga kabar soal vaksin yang akan tiba.

”Kondisinya mulai ada ke­naikan siginifikan. Jadi, kalau dibanding 2020, target 2021 mirip dengan 2019. Berbagai kebijakan stimulus Covid-19 mudah-mudahan bisa mem­bantu realisasi pendapatan. Kepastian vaksin juga bisa membuat geliat, sehingga tar­get akan bisa tercapai,” jelasnya.

Baca Juga  Gara-gara Pandemi Warga Miskin Jakarta Naik

”Jika nanti Covid-19 masih ada, tentu nanti ada evaluasi. Seperti tahun ini. Ini asumsi kita, karena kita berharap berbagai skenario upaya pe­mulihan ekonomi hingga vaksin itu membantu. Yang pasti, masyarakat jangan cuek agar pendapatan sejalan dengan kesehatan,” papar Lia.

Meskipun pos Pajak Daerah sudah lebih dari 100 persen, sambung Lia, masih ada PR menggenjot pos Retribusi Daerah karena masih 80 per­sen. ”Ya karena Covid-19 ya. Banyak perizinan tertunda, IMB dan lainnya. Tapi bebe­rapa mulai ada, seperti pajak hotel, restoran dan tempat hiburan. Lalu, BPHTB juga menunggu waktu karena mu­lai berjalan. Kalau Pajak Bumi Bangunan (PBB) sudah se­suai. Apalagi kan ada perpan­jangan waktu bayar sampai Desember plus nggak bayar denda. Kebijakan itu efektif ternyata,” papar mantan se­kretaris BPKAD itu.

Baca Juga  Kampanye 'Ayo Main', IKEA Ingatkan Pentingnya Waktu Bermain dengan Anak Selama Pandemi

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Atang Trisnanto, menuturkan, se­belum paripurna beberapa waktu lalu, DPRD memang meminta penambahan target pendapatan sebesar Rp30 miliar, menjadi Rp2,25 triliun dari target awal sebelumnya sebesar Rp2,22 triliun.

Ia menyebutkan, Pemkot Bogor diminta menaikkan tar­get pendapatan lantaran ada potensi pendapatan dari piutang pajak yang jumlahnya tak kurang dari Rp30 miliar, lalu kenaikan pendapatan retribusi Rp300 juta dan potensi pajak yang lain. (ryn/mam/py

Leave a Reply

Your email address will not be published.