Fiks! Alun-alun Cibinong Mangkrak

by -

Proyek penataan Alun-Alun Tahap I di Jalan Kayumanis, Desa Cirimekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, dipastikan tertunda hingga waktu yang tidak ditentukan. Di lokasi pembangunan, tumpukan besi dan tiang masih tergeletak di sekitaran area proyek. Bahkan, sejumlah gazebo dan fasilitas alun-alun lainnya masih belum nampak wujudnya. Area jalan setapak di seputaran alun-alun juga belum selesai.

SEKRETARIS Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP), Irma Lestiana, mengatakan, penundaan pembangunan tersebut mer­upakan imbas dari pandemi Covid-19. Pembangunan alun-alun ter­sebut terbagi dua sesi. Sesi pertama meliputi pembangunan dasar, seperti pembangunan gazebo, penataan lapangan dan pembangunan jalan setapak. ”Saat ini progres pembangunan tahap pertama baru men­capai 89 persen, namun pembangunannya terhenti karena Covid-19,” katanya kepada Metropolitan.­

Baca Juga  Alun-Alun Cibinong Mangkrak, Tiga Dinas Ini Wajib Tanggung Jawab

Untuk tahap pertama ini, pembangunan tersebut me­nelan anggaran Rp4,9 miliar yang bersumber dari Ban­tuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat. Namun semuanya ter­henti lantaran anggaran Pro­vinsi Jawa Barat terkena refo­cusing akibat penanganan Covid-19.

Pihaknya mengaku tak ing­in banyak komentar menge­nai hal ini lantaran penataan alun-alun tahap I hanya men­capai 30 persen dari total keseluruhan. Selebihnya bakal dikerjakan pada tahap II. ”Tahap pertama ini hanya sebagian kecilnya. Kalau un­tuk secara keseluruhan pembangunan ada pada tahap II nanti yang meliputi fasilitas penunjang,” katanya.

Wanita yang akrab disapa Irma itu mengaku belum menge­tahui secara pasti kapan proy­ek penataan alun-alun tersebut bakal dilanjutkan. Sebab, ang­garan yang digunakan bukan berasal dari Pemkab Bogor. ”Kami belum tahu kapan proy­ek ini bakal dilanjutkan, ka­rena pembangunannya meng­gunakan anggaran dari Banprov Jawa Barat. Yang pasti pembangunannya pada 2020 ini dihentikan karena Covid-19,” bebernya.

Baca Juga  Alun-Alun Cibinong Mangkrak, Tiga Dinas Ini Wajib Tanggung Jawab

Disinggung soal besaran anggaran pembangunan tahap dua, Irma mengaku tidak mengetahui secara pasti be­rapa besaran anggaran yang bakal dikeluarkan Provinsi Jawa Barat. ”Kami tidak tahu berapa anggaran tahap dua nanti. Pasti hitungan sudah ada dari mereka, karena pro­vinsi mengevaluasi progress kondisinya. Berapa bantuan­nya nanti mereka yang lebih tahu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Ko­misi III DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, me­minta DPKPP Kabupaten Bogor mengawal proses pembangunan tersebut. Ia meminta DPKPP Kabupaten Bogor terus menjalin komu­nikasi dengan Pemprov Jawa Barat untuk memastikan jika proyek ini benar-benar dila­njutkan pada 2021.

”Kami tidak ingin proyek pembangunan ini berhenti begitu saja tanpa ada kejela­san. Minimal dari dinas harus mengawal ini dan berkomu­nikasi dengan Pemprov Jawa Barat untuk kepastian dan kelanjutan pembangunan ini,” tutupnya. (ogi/c/mam/py)

Baca Juga  Alun-Alun Cibinong Mangkrak, Tiga Dinas Ini Wajib Tanggung Jawab

Leave a Reply

Your email address will not be published.